Inibaru.id - Pisang adalah salah satu buah yang sering ditemukan di dapur orang Indonesia. Harganya murah, gampang didapatkan di toko buah, pasar, atau warung-warung terdekat, dan bisa jadi penyelamat di saat perut lapar tapi waktu sedang mepet. Mau dimakan langsung, dijadikan smoothie, atau digoreng pakai tepung, semuanya sah-sah saja.
Masalahnya dari buah yang jika matang berwarna kuning ini hanya satu: pisang terkenal cepat menghitam dan “keburu matang” sebelum sempat dimakan. Apalagi jika kita membelinya dalam jumlah cukup banyak.
Banyak orang mengira pisang yang menghitam berarti sudah busuk dan tak layak dikonsumsi. Padahal, warna kulit yang menghitam tidak selalu menandakan bagian dalamnya rusak. Proses ini sebenarnya lebih banyak berkaitan dengan reaksi alami pisang terhadap lingkungan, terutama suhu dan gas alami yang dihasilkannya sendiri.
Dinukil dari Kormedi, Jumat (9/1/2026), pisang adalah buah tropis yang matang dengan bantuan gas etilen. Gas ini dilepaskan secara alami dan berfungsi mempercepat proses pematangan. Ketika pisang disimpan masih bergerombol, gas etilen dari satu buah akan memengaruhi buah lain di sekitarnya. Akibatnya, pisang matang bersamaan deh. Padahal, kita hanya bisa memakannya satu demi satu.
Kalau pisang yang kamu beli masih hijau, menyimpannya di suhu ruang adalah pilihan terbaik. Menaruh pisang hijau langsung di dalam kulkas justru akan menghambat proses pematangan alaminya. Rasanya bisa jadi kurang manis dan teksturnya tidak berkembang sempurna. Jadi, biarkan dulu pisang mencapai tingkat kematangan yang pas di luar kulkas.
Begitu pisang sudah matang dengan ciri kulitnya kuning cerah dengan sedikit bintik cokelat, barulah kulkas bisa jadi “tempat singgah” yang masuk akal. Menyimpan pisang matang di kulkas tidak membuatnya lebih cepat busuk, meski kulitnya akan menghitam. Suhu dingin memang merusak sel di kulit pisang sehingga warnanya berubah cokelat atau kehitaman, tetapi bagian daging di dalamnya justru bisa bertahan lebih lama.
Kalau kamu ingin memperlambat pematangan sejak awal, ada beberapa trik sederhana yang bisa kamu terapkan. Pisahkan pisang satu per satu dari sisirnya, lalu potong sedikit bagian ujung tangkai dan ujung bawahnya. Setelah itu, bungkus masing-masing pisang dengan tisu dapur atau plastik pembungkus. Cara ini membantu mengurangi penyebaran gas etilen.
Untuk rumah tangga kecil yang nggak bisa menghabiskan pisang dalam waktu cepat, menyimpan pisang yang sudah dibungkus di wadah kedap udara atau kantong ziplock di kulkas bisa jadi solusi. Kalau penampilan kulit pisang yang menghitam bikin kurang selera, simpan saja di suhu ruang dan habiskan lebih cepat.
Intinya, pisang menghitam itu normal. Selama bagian dalamnya masih berwarna cerah dan tidak berbau aneh, pisang tersebut masih aman dimakan. Jadi, jika lain kali melihat pisang hitam di dapur, jangan buru-buru dibuang. Bisa jadi, dia cuma “kelelahan” menunggu untuk dimakan, Gez. (Arie Widodo/E07)
