Inibaru.id - Menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit biasanya identik dengan jalan santai, berburu takjil, atau nongkrong di tempat favorit. Tapi belakangan ini, ada tren baru yang mulai digemari warga Yogyakarta dan Solo: ngabuburit sambil naik KRL Solo-Jogja.
Kedengarannya sederhana, tapi justru di situlah letak keseruannya. Dengan tarif yang ramah di kantong, sekitar Rp8.000 saja, kamu sudah bisa menikmati perjalanan santai dari Jogja ke Solo atau sebaliknya, sambil menikmati suasana sore dari balik jendela kereta.
Ngabuburit Sambil Jalan-Jalan, Tanpa Capek
Salah satu alasan tren ini cepat populer adalah karena praktis dan nggak bikin capek. Perjalanan KRL Solo–Jogja biasanya memakan waktu sekitar 1 jam 15 menit hingga 1,5 jam. Waktu segitu pas banget buat mengisi waktu menjelang magrib.
Misalnya, kalau berangkat dari Stasiun Tugu atau Lempuyangan sekitar pukul 16.00 WIB, kamu bisa sampai di Solo menjelang waktu berbuka. Sebaliknya, kalau berangkat dari Solo di sore hari, kamu bisa tiba di Jogja tepat waktu untuk berburu takjil atau langsung berbuka.
Selama perjalanan, kamu tinggal duduk santai di gerbong ber-AC sambil melihat pemandangan sawah, perkampungan, hingga langit sore yang perlahan berubah warna. Tanpa terasa, waktu ngabuburit pun berlalu begitu saja.
Bebas Macet, Bebas Gerah
Ngabuburit di jalan raya saat Ramadan sering kali identik dengan kemacetan dan udara panas. Banyak orang keluar rumah di waktu yang sama untuk mencari makanan berbuka, sehingga jalanan jadi padat.
Nah, naik KRL jadi solusi alternatif yang jauh lebih nyaman. Kamu nggak perlu menghadapi kemacetan atau panasnya jalanan. Tinggal duduk, nikmati perjalanan, dan biarkan kereta membawamu sampai tujuan.
Selain itu, jadwal KRL yang cukup rutin juga memudahkan kamu merencanakan perjalanan pulang. Jadi, setelah berbuka di kota tujuan, kamu bisa kembali lagi tanpa repot.
Sekalian Wisata Kuliner Dadakan
Bagian paling seru dari ngabuburit lintas kota ini tentu saja berburu makanan berbuka. Setiap kota punya ciri khas kuliner yang berbeda.
Kalau turun di Solo, kamu bisa mencoba selat solo, dawet telasih, atau mampir ke kawasan kuliner malam yang terkenal. Sementara itu, kalau turun di Jogja, pilihan kulinernya nggak kalah menggoda, mulai dari gudeg, jajanan Malioboro, pusat jajanan di Masjid Jogokaryan, dan lain-lain.
Sensasinya tentu berbeda dibandingkan berbuka di tempat yang itu-itu saja. Ada rasa petualangan kecil yang bikin momen berbuka terasa lebih spesial.
Bisa Tetap Buka Puasa di Dalam Kereta
Kalau ternyata azan magrib berkumandang saat kamu masih di dalam kereta karena kamu memakai kereta yang lebih sore, nggak perlu khawatir. Penumpang tetap diperbolehkan membatalkan puasa di dalam gerbong, asalkan dengan makanan ringan seperti kurma, roti, atau minuman.
Aturan ini dibuat agar penumpang tetap nyaman satu sama lain. Jadi, kamu tetap bisa menjalankan ibadah puasa tanpa harus terburu-buru turun dari kereta. Setelah sampai di kota tujuan, baru deh kamu bisa wisata kuliner sepuasnya.
Tren ngabuburit naik KRL Solo–Jogja ini membuktikan bahwa menunggu waktu berbuka nggak harus selalu monoton. Tertarik mencobanya, Gez? (Arie Widodo/E07)
