Inibaru.id – Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa pemahaman mendalam terhadap Empat Pilar Kebangsaan merupakan solusi utama dalam menghadapi krisis multidimensi yang tengah melanda Indonesia. Kurangnya penghargaan terhadap kemajemukan adalah salah satu penyebab isu ini lahir. Padahal, sebagaimana yang kita tahu bahwa bangsa ini merupakan penyatuan dari berbagai perbedaan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di hadapan masyarakat Demak, Minggu (15/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Lestari juga menyoroti maraknya penggunaan isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa. Dia menilai ada upaya sistematis untuk mengikis jati diri bangsa melalui doktrin yang tidak sejalan dengan kepribadian Indonesia.
Baca Juga:
Kawal Mimpi Situs Patiayam ke Level Nasional, Lestari Moerdijat: Secara Keilmuan Sudah Sangat Layak!Baca Juga:
Lestari Moerdijat: Dukungan Psikologis Sama Pentingnya dengan Pengobatan Medis bagi Pasien Kanker"Saat ini hal lain yang kita hadapi juga adalah isu SARA,” ungkapnya. Dia menambahkan bahwa praktik intoleransi serta kekerasan yang mengatasnamakan identitas tertentu kian memperburuk situasi.
“Jika hal ini dibiarkan akan membahayakan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara,” tegas Lestari.
Kembali ke Konsensus Nasional
Sebagai langkah mitigasi, legislator dari Dapil II Jawa Tengah ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali memegang teguh empat konsensus dasar negara yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, keempat elemen ini adalah fondasi utama dalam membangun karakter bangsa (National Character Building) yang telah diwariskan oleh para pendiri negara.
Lestari juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan kembali makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Baginya, kedaulatan tidak akan berarti tanpa adanya persatuan yang nyata di tengah ratusan suku bangsa dan perbedaan geografis yang ada.
Meski berbeda, Indonesia memiliki pengikat kuat berupa Pancasila dan Sumpah Pemuda. Keberagaman flora, fauna, hingga adat istiadat justru harus dipandang sebagai kekayaan bangsa yang patut disyukuri.
“Kita adalah bangsa yang religius, mandiri, toleransi, bersatu, tidak kenal menyerah, dan memiliki Pancasila dan UUD 1945,” pungkasnya sembari mengingatkan pentingnya menonjolkan karakter pokok bangsa di tengah arus perubahan zaman.
Sebagai penutup, Lestari Moerdijat mengingatkan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia mulai dari suku, bahasa, hingga kekayaan alamnya adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga dengan rasa syukur.
Dengan menjadikan Empat Pilar Kebangsaan sebagai kompas dalam kehidupan bermasyarakat, bangsa Indonesia diharapkan mampu tetap tegak berdiri menghadapi segala tantangan global dan internal. Dia mengajak seluruh elemen bangsa untuk bangga pada jati diri sebagai bangsa yang religius dan toleran demi masa depan Indonesia yang lebih bersatu. (Administrator)
