BerandaHits
Senin, 9 Feb 2026 18:27

Habis Basa-Basi Kok Malah Lelah? Ternyata Ini Alasan Ilmiahnya!

Habis Basa-Basi Kok Malah Lelah? Ternyata Ini Alasan Ilmiahnya!

Ilustrasi basa-basi. (Pexels)

Ngobrolin cuaca memang kedengarannya sepele, tapi buat sebagian orang ini adalah tugas berat. Psikolog ungkap kaitan antara kepribadian, cara kerja otak, hingga kecemasan sosial di balik lelahnya basa-basi.

Inibaru.id - Pernah nggak sih, Gez, kamu merasa capek banget setelah cuma ngobrolin cuaca atau nanya "lagi apa?" sama tetangga di depan gerbang rumah? Padahal cuma ngobrol santai lima menit, tapi rasanya kayak habis lari maraton satu kilometer!

Ternyata, fenomena ini nyata banget. Banyak orang yang merasa energi sosialnya langsung drop alias lowbatt cuma gara-gara basa-basi. Kok bisa ya obrolan ringan malah terasa berat?

Melansir dari Hello Magazine (8/2/2026), yuk simak penjelasan psikolog kenapa basa-basi itu bisa se-melelahkan itu buat sebagian orang!

Bagi sebagian orang, basa-basi sering kali dianggap cara paling gampang buat mencairkan suasana. Tapi bagi banyak orang, obrolan dangkal ini justru butuh "kerja keras" otak yang luar biasa.

Menurut Dr. Rebecca Ker, psikolog dari Carlton Psychology, naik-turunnya keinginan kita buat basa-basi itu dipengaruhi oleh motivasi dan rasa nyaman. Jadi, kalau kamu lagi merasa cemas, buru-buru, atau mood lagi berantakan, energi buat sekadar menyapa orang bakal terasa tersedot habis.

Ketakutan Akan "Salah Ngomong"

Terkadang orang malas basa-basi karena takut salah ngomong. (Pexels)
Terkadang orang malas basa-basi karena takut salah ngomong. (Pexels)

Salah satu alasan utama kenapa basa-basi bikin capek adalah tekanan buat tampil sempurna. Kita sering melakukan basa-basi dengan orang yang belum dikenal dekat.

"Rasa takut dinilai orang lain cenderung lebih tinggi. Kekhawatiran melakukan kesalahan sosial atau mengatakan sesuatu yang memalukan jadi lebih menonjol dan akhirnya menyedot energi," terang Dr. Ker. Jadi, bukannya rileks, otak kita malah sibuk "sensor" ucapan sendiri biar nggak canggung.

Si Introvert dan Masalah Overstimulasi

Kalau kamu seorang introvert atau tipe yang mudah merasa overwhelmed dengan keramaian, basa-basi adalah tantangan berat. Apalagi kalau obrolannya terjadi di pasar yang bising atau kafe yang ramai. Stimulasi berlebih dari suara sekitar ditambah usaha buat dengerin lawan bicara bikin otak cepat panas!

Gimana dengan Teman-Teman Neurodivergen?

Dr. Ker juga menjelaskan kalau obrolan basa-basi bisa terasa jauh lebih berat bagi individu neurodivergen:

  • ADHD: Mereka sering merasa obrolan dangkal itu kurang menarik, sehingga butuh usaha ekstra buat tetap fokus dan nggak memotong pembicaraan saat ide muncul di kepala.
  • Autistik: Bagi teman-teman autistik, basa-basi sering kali bukan proses naluriah. Mereka harus memproses isyarat sosial secara manual di kepala. Akhirnya, basa-basi jadi kayak tugas sekolah yang menguras energi daripada interaksi yang menyenangkan.

Bisa Nggak Sih Dibuat Nyaman?

Kabar baiknya, seiring bertambahnya usia, kita bakal makin paham sama "kapasitas baterai" sosial kita sendiri. Kita mulai sadar interaksi mana yang asyik dan mana yang harus kita hindari demi kewarasan mental.

Memahami kalau basa-basi itu menguras energi adalah tanda kalau kamu mungkin lebih suka koneksi yang mendalam daripada sekadar omongan di permukaan. And that's totally okay!

Eh kamu tim yang jago basa-basi atau tim yang langsung pengin "menghilang" kalau disapa orang di supermarket? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved