Menikmati Soto Sampah, Murah Meriah dan Kaya Rempah!

Menikmati Soto Sampah, Murah Meriah dan Kaya Rempah!
Soto sampah di Kota Yogyakarta. (Limakaki/Septiani)

Namanya soto sampah, tapi nggak ada satu pun sampah yang dimasukkan dalam penganan tersebut. Warungnya juga selalu ramai pembeli. Lantas, apa sih yang dimaksud dengan sampah di dalam soto ini?

Inibaru.id – Nggak lengkap rasanya kalau main ke Kota Yogyakarta tanpa mencicipi kulinernya yang unik. Eits, kali ini kita nggak membahas gudeg atau mi ayam yang banyak dijual di sana, melainkan soto sampah. Yap, kamu nggak salah baca, nama makanan ini adalah soto sampah!

Meski namanya ada embel-embel sampah, nggak ada sampah yang dimasukkan ke dalam penganan berkuah dengan rasa yang segar ini. Justru, kamu bakal disuguhi sajian soto dengan rasa yang nikmat dan lain dari pada yang lain.

Warung Soto Sampah yang sudah eksis sejak 1967 ini bisa kamu temui di Jalan Kranggan Nomor 2, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta. Lokasinya nggak jauh dari Tugu Jogja yang populer itu, Millens. Pengelolanya adalah Wahyu Susilowati, generasi ketiga dari pendiri pertama warung ini. Dia pun nggak ragu untuk menceritakan sejarah mengapa soto yang dia jajakan sampai disebut dengan soto sampah.

Wahyu menyebut warung Soto Sampah awalnya hanya berupa gerobak kaki lima tanpa nama. Uniknya, sebelum dikenal sebagai Soto Sampah, Jogjakita menulis soto ini sempat dikenal dengan sebutan Soto Becak. Alasannya? Karena kebanyakan pelanggannya adalah tukang becak yang dulu memang sangat banyak di Jogja.

Lantas, kok bisa berubah menjadi Soto Sampah? Hal ini disebabkan oleh banyak pelanggannya yang menyebut penyajian sotonya berantakan seperti sampah. Maklum, isian soto dan rempah pada kuahnya sangat banyak.

“Karena banyak rempahnya jadi disebut Soto Sampah,” ucapnya di warung tersebut sebagaimana dikutip dari Radar Jogja, Selasa (20/9/2022).

Soto sampah berlokasi di dekat Tugu Jogja. (Kompasiana/Faiz Nurhailal)
Soto sampah berlokasi di dekat Tugu Jogja. (Kompasiana/Faiz Nurhailal)

Selain itu, banyaknya gajih sapi, potongan kubis, mi, bihun, taoge, daun bawang, bawang goreng dan lauk lainnya yang dimasukkan sebagai topping soto juga membuat tampilan seporsi soto sampah semakin penuh. Meski tampilannya terkesan nggak estetik, tapi hal ini membuat banyak pelanggan puas. Apalagi, rasa kuahnya sangat kuat karena diberi tambahan daun salam, serai, kapulaga, dan rempah lainnya.

“Harganya bervariasi mulai dari Rp 9 ribu hingga Rp 16 ribu untuk ukuran jumbo,” lanjut Wahyu.

Kamu juga bisa lo menambah lauk yang nikmat di sana. Ada satai usus, satau telur, ati ampela, ceker ayam, kepala ayam, sosis solo, perkedel, dan gorengan lainnya. Harga lauk ini juga nggak mahal, yaitu berkisar Rp1.000 sampai Rp 5 ribu. Wih, dijamin makin nikmat deh menyantapnya.

Kalau kamu main ke sana, nggak perlu khawatir warungnya tutup, Millens. Pasalnya, warung ini buka dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB dini hari. Tapi, kalau warung di dekat POM Bensin Tugu Jogja ini penuh, kamu juga bisa kok mampir ke cabangnya yang ada di sebelah timur Alun-Alun Keraton Jogja.

Yuk, kapan kita wisata kuliner ke sana, Millens? (Arie Widodo/E05)