Inibaru.id - Lagi-lagi soal plastik. Kalau biasanya kita ngeri membayangkan mikroplastik masuk ke perut, sekarang ada yang lebih kecil dan nggak kalah seram yaitu Nanoplastik.
Sebuah studi terbaru yang terbit di jurnal Water Research (Januari 2026) mengungkap fakta kalau partikel plastik super kecil ini bisa bikin bakteri di air jadi "super" kuat dan kebal disinfektan. Waduh, kok bisa ya?
Yap, lautan atau sistem air kita sekarang lagi menghadapi ancaman serius dari nanoplastik. Ukurannya kecil banget, sekitar 1 sampai 1.000 nanometer (bayangin aja, nggak bakal kelihatan mata telanjang!).
Pemimpin studi dari Virginia Tech, Jingqiu Liao, menjelaskan kalau nanoplastik ini bisa masuk ke sistem air minum kita setiap hari. Bahayanya bukan cuma plastik itu sendiri, tapi kemampuannya bikin patogen (bakteri jahat) jadi lebih tahan banting terhadap pembersih air atau disinfektan.
Mempertebal "Benteng" Biofilm
Bakteri di dalam pipa air biasanya hidup berkelompok dan membangun lapisan pelindung berlendir yang disebut biofilm. Nah, ketika nanoplastik masuk ke dalam sistem ini, mereka berinteraksi dengan biofilm tersebut.
Hasilnya? Nanoplastik justru memperkuat benteng lendir ini. Bakteri jadi makin jago "berkomunikasi" satu sama lain dan mengeluarkan zat yang bikin biofilm makin tebal, berat, dan protektif. Kalau bentengnya makin tebal, disinfektan secanggih apa pun bakal susah buat menembus dan membunuh bakteri di dalamnya.
Perang Genetik di Dalam Pipa
Nggak cuma bikin benteng makin tebal, interaksi nanoplastik ini juga memicu "drama" genetik di tingkat mikroba:
- Aktivasi Virus: Kehadiran nanoplastik bisa mengaktifkan virus bakteri (bakteriofag) yang tadinya diam, lalu menghancurkan sel inang dan menciptakan partikel virus baru.
- Mutasi Pertahanan: Bakteri kemudian menggunakan sistem pertahanan (kayak sistem imun canggih bernama CRISPR) buat melawan virus tersebut.
Proses "perang" ini justru bikin komunitas bakteri di dalam pipa air kita jadi makin beradaptasi, lebih kuat, dan makin sulit dihilangkan.
Ancaman buat Distribusi Air
Kalau bakteri-bakteri "super" ini terus tumbuh di permukaan pipa, pengolahan air rutin bakal makin sulit. Mereka bisa muncul lagi di hilir dan sampai ke keran rumah kita dalam kondisi yang sudah kebal disinfektan.
"Sangat penting untuk memahami dampak ini, karena secara tidak langsung ini memengaruhi kesehatan manusia melalui lingkungan kita," tegas Liao dilansir dari SciTechDaily.
Penelitian ini jadi alarm buat kita semua kalau masalah sampah plastik bukan cuma soal visual yang kotor, tapi sudah menyerang keamanan air minum kita di tingkat molekuler. (Siti Zumrokhatun/E05)
