Inibaru.id – Menjelang waktu subuh, biasanya kita paling semangat nyari nasi hangat. Tapi belakangan, banyak orang mulai beralih ke pola makan tinggi protein saat sahur. Alasannya simpel yaitu pengin kenyang lebih lama dan nggak gampang lemas saat puasa.
Dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata, angkat bicara soal fenomena ini. Menurut dia, sebenarnya nggak masalah kalau kamu cuma makan protein saat sahur, asalkan pilihannya tepat.
"Jika hanya mengonsumsi protein saja saat sahur, sebaiknya protein yang rendah lemak, sebenarnya tidak masalah," ungkap Johanes saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (27/2).
Kenapa Protein Bikin Kenyang?
Ternyata, proses pencernaan protein itu memang lebih "santai" alias lambat dibanding karbohidrat sederhana. Itulah yang bikin perut kamu terasa penuh lebih lama. Sebaliknya, kalau kamu sahur pakai nasi putih dalam jumlah banyak, gula darah bakal naik cepat terus anjlok lagi dengan cepat juga. Efeknya? Baru jam 8 pagi perut sudah keroncongan!
"Malahan konsumsi karbohidrat yang banyak dan rendah serat seperti nasi putih cenderung meningkatkan rasa lapar 1-2 jam setelah sahur," jelas Johanes.
Pilih yang "Lepas Lambat"
Meski protein itu keren, dokter Johanes nggak menyarankan kamu buat benar-benar "bermusuhan" sama karbohidrat. Tubuh kita tetap butuh energi yang seimbang. Kuncinya bukan menghilangkan karbo, tapi memilih jenis yang karbohidrat lepas lambat.
Jenis karbo ini diserap pelan-pelan oleh tubuh, jadi energi kamu stabil sampai waktu buka puasa. Contohnya apa?
- Nasi merah
- Talas
- Nasi campur jagung
Rumus Sahur Kece ala Dokter Gizi
Biar puasamu nggak cuma sekadar tahan lapar tapi juga tetap berenergi buat aktivitas, cobain deh komposisi piring sahur ini:
- 1/4 Piring: Karbohidrat kompleks (nasi merah/jagung).
- 1/4 Piring: Protein rendah lemak (dada ayam, ikan, telur, atau tempe).
- 1/2 Piring: Sayur-sayuran segar.
Tujuan sahur itu buat menjaga energi tetap stabil, bukan sekadar gaya-gayaan ikut tren diet yang ekstrem. Jadi, tetap utamakan keseimbangan gizi ya, Gez!
Gimana, siap buat sahur yang lebih sehat besok pagi? (Siti Zumrokhatun/E05)
