BerandaHits
Rabu, 25 Feb 2026 15:01

Mitos Transfusi Darah Batalkan Puasa, Pendonor di PMI Semarang Turun Drastis

Penulis:

Mitos Transfusi Darah Batalkan Puasa, Pendonor di PMI Semarang Turun DrastisSundara
Mitos Transfusi Darah Batalkan Puasa, Pendonor di PMI Semarang Turun Drastis

Ilustrasi: Mitos tentang transfusi darah membatalkan puasa membuat PMI Kota Semarang mengalami penurunan pendonor pada awal Ramadan. (Inibaru.id/ Sundara)

Pendonor darah di Semarang menurun drastis pada awal Ramadan akibat mitos bahwa transfusi darah akan membatalkan puasa masih berkembang di masyarakat. Namun begitu, saat ini ketersediaan darah di PMI dipastikan masih aman.

Inibaru.id - Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang mencatat penurunan jumlah pendonor secara drastis pada awal Ramadan 2026 lalu. Salah satu penyebabnya adalah stigma di masyarakat yang menganggap transfusi darah bisa membatalkan puasa.

Kepala Bagian Pelayanan UDD PMI Kota Semarang dr Reztry Maulida menyebutkan bahwa penurunan jumlah pendonor tersebut cukup signifikan, yakni mencapai 60-70 persen dibandingkan dengan hari-hari biasa di luar Ramadan.

Reztry mengatakan, penurunan tersebut nggak sepenuhnya terjadi karena masyarakat masih hidup dalam mitos bahwa donor darah membatalkan puasa, tersebut, karena ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebabnya.

"Namun, fakta bahwa sebagian orang masih ragu (untuk mendonor selama Ramadan) ini benar. Karena itulah kami terus mengedukasi masyarakat melalui media sosial bahwa donor darah pada bulan Ramadan tetap aman dan tidak membatalkan puasa," sebutnya.

Dia mengatakan, nggak dimungkiri, banyak orang berpikir bahwa mengeluarkan darah bisa membatalkan puasa, padahal itu hanya mitos. Karena itulah PMI Semarang merasa harus terus memberikan edukasi, karena MUI juga sudah mengeluarkan fatwa bahwa donor darah nggak membatalkan puasa selama pendonor prima.

Stok Darah Aman

Seorang warga sedang donor darah di kantor UDD PMI Kota Semarang. (Inibar.id/ Sundara) 
Seorang warga sedang donor darah di kantor UDD PMI Kota Semarang. (Inibar.id/ Sundara)

Meski jumlah pendonor menurun, Reztry memastikan stok darah di PMI Kota Semarang masih aman. Masyarakat nggak perlu khawatir karena kebutuhan darah di fasilitas kesehatan terhitung memadai untuk sekarang ini.

Ketersediaan darah, dia melanjutkan, diperkirakan akan cukup untuk kebutuhan 4-5 hari ke depan. Namun, stok bersifat dinamis karena setiap harinya ada tambahan dari pendonor sekaligus permintaan dari rumah sakit.

"Stok terbaru bisa dicek di website maupun media sosial kami. Khususnya di akun Instagram yang diperbarui setiap hari," paparnya.

Sejauh ini, golongan darah O paling cepat berkurang karena permintaan dari rumah sakit cukup tinggi. Sementara, darah dengan stok terbanyak adalah golongan B.

Untuk menjaga ketersediaan darah selama Ramadan, UDD PMI Semarang terus berupaya, termasuk mencoba menggandeng sejumlah instansi pendidikan dan pusat perbelanjaan modern seperti Queen City, ADA Swalayan, Uptown Mall dan Mall Ciputra untuk menggelar donor darah rutin selama Ramadan.

"Kami belum berencana meminta bantuan PMI daerah tetangga. Kami berusaha maksimal dengan menggandeng tempat-tempat seperti mall dan sekolah untuk membantu memenuhi stok darah selama Ramadan," tandasnya.

Nah, jangan terjebak mitos ya. Kalau merasa sehat dan tubuh prima, nggak ada salahnya mendonorkan darah ke PMI Semarang. Tenang, nggak membatalkan puasa, kok! (Sundara/E10)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved