Makna Lampion yang Diterbangkan Saat Waisak di Borobudur

Makna Lampion yang Diterbangkan Saat Waisak di Borobudur
Diterbangkannya lampion dalam perayaan Waisak di Borobudur. (Medcom/Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)

Pada Senin (16/5/2022) malam, puncak perayaan Waisak di Borobudur bakal digelar dengan sesi penerbangan lampion. Jadi penasaran ya apa alasan lampion diterbangkan saat Waisak?

Inibaru.id – Salah satu daya tarik dari perayaan Waisak di Borobudur adalah diterbangkannya lampion ke langit. Sebenarnya, apa sih makna dari penerbangan lampion ini?

Sebagaimana pada tahun-tahun sebelumnya, pada 2022, perayaan waisak 2566 BE juga dilakukan di Candi Borobudur yang ada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Pada puncak perayaan agama Buddha ini, setidaknya 2.022 buah lampion yang dibuat di Thailand bakal diterbangkan, Millens.

Ada dua sesi penerbangan lampion pada Senin (16/5/2022) malam. Sesi penerbangan pertama bakal dilakukan pada pukul 19.30 WIB. Setelahnya, bakal digelar pada pukul 21.00 WIB. Oh ya, alasan utama mengapa ada 2.022 lampion yang diterbangkan tentu saja karena disesuaikan dengan tahun 2022.

“Kita rencana jumlahnya ada 2.022 (lampion). Jadi kalau diterbangkan satu sesi kelihatan crowded sekali. Jadi dibagi, jam 7.30 dan 9 (malam),” jelas Ketua 2 DPD Walubi Jateng Tanto Soegito Harsono dalam acara Bhakti Sosial Perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2566 BE – 2022, Sabtu (14/5).

Lampion ini cukup istimewa karena ukurannya sekitar 1 meter. Karena cukup besar, nantinya setiap lampion harus dipegang oleh empat orang sebelum diterbangkan.

“Itu (bahan dari lampion) katanya sejenis tisu. Jadi itu (diterbangkan) akan habis terbakar di udara nggak sampai turun tanah,” lanjut Tanto.

O ya, Millens, kamu boleh kok ikut serta dalam acara dalam acara pelepasan lampion ini meski statusnya adalah masyarakat umum. Caranya, kamu harus mendaftarkan diri dulu ke panitia yang ada di lokasi.

Pelepasan lampion saat Waisak ternyata punya makna tersendiri. (Medcom/Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)
Pelepasan lampion saat Waisak ternyata punya makna tersendiri. (Medcom/Antara Foto/Andreas Fitri Atmoko)

Alasan Lampion Diterbangkan Saat Perayaan Waisak

Ternyata, ada lo alasan mengapa lampion diterbangkan saat perayaan Waisak. Kalau menurut Tanto, lampion yang merupakan pelita melambangkan manusia dan kehidupan.

“Lampion itu kan pelita. Jadi pelita itu setiap manusia dan kehidupan pasti kan ada pelita. Kita semuanya memanjatkan doa bisa semuanya lancar, semua sehat, semua rukun, dan semua bahagia,” terang Tanto.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Keagamaan Buddha Indonesia Dr. Rusli SE, SH, MM menyebut pelepasan lampion saat Waisak sebagai salah satu upaya agar doa bisa terwujud.

“Dengan menerbangkan lampion ke langit, diharapkan doa-doa serta keinginan lebih mudah terwujud karena dekat dengan langit,” terang Rusli pada Kamis (12/5).

Yang menarik, selain menerbangkan lampion, umat Buddha biasanya juga melakukan hal lain agar doanya terkabul yakni dengan membakar kertas atau dupa dan menjalankan upacara khusus.

Tertarik ikut menerbangkan lampion saat perayaan Waisak di Borobudur, Millens? (Kom, Det/IB09/E05)