Inibaru.id - Hal paling ditakuti seseorang yang nggak terbiasa menggoreng adalah terkena percikan minyak panas. Seperti yang kita tahu, minyak panas jika mengenai kulit bisa menyebabkan luka bakar dengan rasa nyeri, bengkak, ruam kemerahan, dan melepuh.
Berdasarkan tingkat keparahannya, luka bakar ini memiliki beberapa tingkatan, Millens. Pertama, yaitu superficial epidermal burn. Luka jenis ini hanya mengenai kulit bagian luar, tapi bisa menyebabkan kemerahan hingga bengkak.
Kedua adalah superficial dermal burn yang mencapai lapisan kulit kedua dan mempengaruhi ujung saraf, folikel rambut, hingga pembuluh darah.
Ketiga, yaitu deep dermal burn. Luka bakar jenis ini mirip dengan kategori kedua, hanya saja lukanya lebih dalam. Keempat adalah full-thickness burn yang memengaruhi tiga lapisan kulit sehingga pertolongan medis harus segera didapatkan.
Nah, untuk luka yang disebabkan oleh percikan minyak panas biasanya nggak perlu sampai memerlukan bantuan tenaga kesehatan karena kamu bisa menanganinya sendiri. Lalu, tindakan apa yang paling tepat kamu lakukan saat hal itu terjadi?
Membasuh dengan Air Dingin
Kamu pasti pernah tahu ada sebagian orang yang mengobati luka bakar dengan cara mengolesi bagian yang terluka dengan pasta gigi dan mentega. Ada pula yang langsung mengompresnya dengan es batu atau mengguyurnya dengan alkohol. Bahkan, luka bakar yang menyebabkan lenting (kondisi kulit melepuh yang membentuk gelembung berisi cairan) justru dipecahkan.
Itu semua bukanlah tindakan yang tepat dan justru akan memperburuk kondisi luka bakar ya, Millens. Langkah efektif yang sebaiknya kamu lakukan saat kulit terkena minyak panas adalah dengan mengguyurkan air dingin. Caranya, aliri area yang terluka dengan air dingin selama kurang lebih 30 menit untuk meredakan nyeri dan mencegah terjadinya luka semakin parah.
Yang perlu kamu ingat, nggak perlu menyiramnya dengan air es apalagi merendamnya. Cukup gunakan air dingin biasa yang berasal dari wastafel atau air keran yang ada di dekat dapur.
Nah, saat rasa nyeri sudah mulai berkurang, kamu baru bisa mengidentifikasi seberapa parah luka bakar akibat cipratan tersebut.
Jika luka bakar terasa seperti bintik yang gatal dan berwarna merah tetapi nggak melepuh, maka kemungkinan luka tersebut termasuk kategori luka bakar tingkat pertama. Namun, jika luka bakar mulai mengelupas atau memperlihatkan daging di bawahnya, maka bisa jadi cukup parah. Bagaimana penanganannya?
Gunakan kain kasa steril untuk menutup luka bakar. Hindari penggunaan kapas atau benda dengan bulu halus, terutama yang bisa meninggalkan serat di luka. Bungkus luka dengan longgar untuk menghindari tekanan pada kulit yang terbakar.
Itulah pertolongan pertama terkena cipratan minyak panas saat memasak. Jika luka bakar sangat parah, sebaiknya segera bawa ke fasilitas layanan kesehatan. So, mulai sekarang kamu nggak perlu takut lagi menggoreng ikan di dapur, kan? (Siti Khatijah/E07)
