Kemendagri: Waspada Bahaya Selfie dengan KTP

Kemendagri: Waspada Bahaya Selfie dengan KTP
Selfie dengan KTP ternyata berbahaya, lo. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Belakangan viral foto selfie dengan KTP dijual jadi NFT di OpenSea akibat latah masyarakat yang ingin ikut jejak Ghozali Everyday. Nah, Kemendagri pun mengungkap bahaya selfie dengan KTP ini. 

Inibaru.id – Orang Indonesia seperti terbiasa dan nggak mempermasalahkan selfie dengan KTP. Tujuan dari melakukannya pun bermacam-macam seperti untuk pinjaman online (pinjol), atau keperluan lainnya. Masalahnya, sebenarnya ada bahaya selfie dengan KTP yang perlu kita waspadai.

Hal ini diungkap oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Menurut Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh, selfie dengan KTP rentan disalahgunakan oleh orang nggak bertanggung jawab.

Zudan memberikan contoh fenomena sebuah akun di platform OpenSea yang menjual selfie dengan KTP dari banyak orang. Meski foto-foto selfie tersebut dijual sebagai Non-Fungible Token (NFT), tetap saja ada bahaya yang mengintai pemilik asli dari foto-foto tersebut.

FYI, Millens, banyak orang yang ingin mengikuti jejak Ghozali Everyday yang meraup miliaran Rupiah dari menjual foto selfie dengan KTP. Padahal, dokumen kependudukan ini sebaiknya tetap dijaga kerahasiaan datanya.

Zudan pun mengungkap bahaya dari selfie dengan KTP yang sebaiknya nggak disepelekan.

“Menjual foto dokumen kependudukan dan melakukan foto selfie dengan KTP-el untuk verifikasi tersebut rentan adanya tindakan fraud atau penipuan atau kejahatan oleh para ‘pemulung data’ dan pihak nggak bertanggung jawab lainnya. Realitanya, foto selfie dengan KTP ini bisa dijual kembali di pasar underground dan kemudian digunakan untuk hal lain seperti pinjaman online,” ujar Zudan, Minggu (16/1/2022).

Kini, banyak foto selfie dengan KTP dijual jadi NFT di OpenSea. (Twitter/@Cryptofess_)
Kini, banyak foto selfie dengan KTP dijual jadi NFT di OpenSea. (Twitter/@Cryptofess_)

Zudan pun menyarankan masyarakat untuk lebih hati-hati dalam menjaga data-data pribadinya. Jika memang tidak benar-benar perlu dilakukan, sebaiknya nggak asal selfie dengan KTP. Kalau memang harus melakukannya, juga harus lebih selektif dan teliti.

“(Penting) mengedukasi seluruh masyarakat agar tidak mudah menampilkan data diri dan pribadi di media online,” lanjut Zudan.

Hal serupa diungkap Chairman Lembaga Communication dan Information Research Center (CISSRec) Pratama Persadha pada Senin (28/6/2021). Dia bahkan menyebut tindak kejahatan akibat penyalahgunaan selfie dengan KTP dari orang lain sudah sangat meresahkan.

“Kasusnya dibarengi atau diikuti dengan tindak kejahatan transfer tanpa sepengatahuan korban ke rekeningnya oleh pinjol ilegal,” ungkap Pratama.

Sementara itu, CEO Digital Forensic Indonesia (DFI) Ruby Alamsyah sebenarnya sudah meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengubah sistem verifikasi selfie dengan KTP ini demi mencegah lebih banyak korban. Sayangnya, hingga sekarang, sistem ini sepertinya masih belum diubah.

Mengingat adanya risiko jadi korban penipuan atau bahkan jadi korban pinjol ilegal, sebaiknya jangan sembarangan melakukannya, ya Millens. (Cnn, Bis/IB09/E05)