Inibaru.id - Kabar duka dari musisi Lucky Element nggak cuma menyisakan kesedihan, tapi juga membuka mata kita tentang penyakit yang selama ini jarang terdengar yaitu Tuberkulosis (TB) Ginjal.
Banyak dari kita yang mengira kalau TBC itu cuma soal batuk nggak berhenti-berhenti dan menyerang paru-paru. Tapi faktanya, bakteri Mycobacterium tuberculosis ini bisa "jalan-jalan" lewat aliran darah dan bersarang di organ lain, termasuk ginjal. Simak rangkumannya biar kamu makin waspada, Gez!
Baca Juga:
Pendampingan Pasien dan Cek Kesehatan Gratis; Upaya Pemerintah Tekan Kasus TBC di Indonesia'Silent Killer' yang Sering Luput dari Radar
Berbeda dengan TB paru yang gejalanya langsung kerasa, TB ginjal ini tipenya "pelan tapi pasti". Mengutip Healthline, kasus ini tergolong jarang tapi sangat berbahaya karena sering nggak terdeteksi sejak dini. Bakteri ini bisa berdiam di tubuh selama bertahun-tahun tanpa ada keluhan, lalu tiba-tiba aktif saat daya tahan tubuh kita lagi drop.
Parahnya lagi, infeksi ini nggak cuma menyerang ginjal, tapi bisa merembet ke saluran kemih sampai kandung kemih. Karena prosesnya lambat, banyak pasien baru sadar pas kondisi ginjalnya sudah mengalami kerusakan berat.
Apa gejalanya?
Karena lokasinya di saluran kemih, gejalanya sering disalahpahami sebagai infeksi biasa. Berikut tanda-tanda yang perlu kamu waspadai:
- Nyeri pinggang atau perut yang nggak kunjung hilang.
- Ada darah dalam urine (hematuria).
- Berat badan turun drastis tanpa alasan jelas.
- Sering buang air kecil atau terasa nyeri saat pipis.
- Demam ringan yang sering muncul.
Bisa Sembuh, Tapi Butuh Sabar
Kabar baiknya, TB ginjal bisa diobati! Caranya hampir sama dengan TB paru, yaitu konsumsi kombinasi antibiotik secara rutin selama 6-9 bulan. Kuncinya adalah disiplin dan nggak boleh putus obat.
Namun, kalau diagnosisnya telat dan ginjal sudah rusak parah, dokter mungkin bakal mengambil tindakan operasi atau pengangkatan ginjal (nefrektomi) sebagai jalan terakhir.
Kesehatan itu investasi, jangan tunggu sampai ada gejala berat baru periksa ya.
Yuk lebih peka sama sinyal-sinyal yang dikirimkan tubuh kita. Kalau ada keluhan di saluran kemih yang nggak biasa, nggak ada salahnya langsung konsultasi ke dokter, Gez! (Siti Zumrokhatun/E05)
