Awas Begal Rekening! Begini Tips Agar Nggak Jadi Korban

Awas Begal Rekening! Begini Tips Agar Nggak Jadi Korban
Banyak begal rekening yang memakan korban penipuan. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Awas begal rekening! Semakin banyak kasus penipuan yang mengincar isi rekening dari korban. Kamu harus mewaspadai hal-hal ini agar nggak jadi korban.

Inibaru.id – Belakangan ini kamu pasti sering mendengar kasus begal rekening atau pembobolan rekening. Jadi, ya, dengan tipu muslihat tertentu, ada korban yang nggak tahu jika isi rekening atau dompet digitalnya sudah dikuras habis oleh pelaku. Ada korban yang bahkan bisa kehilangan uang sampai puluhan atau ratusan juta rupiah, lo.

Masalahnya, pelaku begal rekening ini nggak memandang siapa saja korbannya. Banyak korban yang bahkan berasal dari kalangan orang kecil yang sudah berusaha bertahun-tahun menabung dan harus merelakan uangnya hilang dalam waktu yang singkat.

Nah, agar kamu juga nggak ikut jadi korban, sebaiknya mewaspadai sejumlah modus dari para begal rekening ini. Apa saja, ya?

Berpura-pura menawarkan kamu jadi nasabah prioritas

Biasanya sih, pelaku bakal menghubungi kamu lewat telepon, chat, atau media lain untuk menawarkan kamu jadi nasabah prioritas. Mereka memberi iming-iming sejumlah keuntungan. Kalau korban nggak cermat, tanpa mereka sadari bakal memberikan data pribadi seperti nomor kartu ATM, PIN, OTP yang dikirimkan lewat SMS/Whatsapp, nomor CVC/CVV, hingga password penting dari rekening.

Jika sampai data-data itu sudah didapat oleh pelaku, dalam sekejap, isi rekening kamu bisa langsung dikuras, lo.

Berpura-pura sebagai petugas bank yang memberikan info tentang tarif transfer bank

Pelaku seringkali menghubungi korban lewat telepon. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Pelaku seringkali menghubungi korban lewat telepon. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Pelaku bisa menelepon kamu dan berpura-pura menjadi pegawai bank. Dia memberikan informasi ke kamu soal berubahnya tarif transfer bank. Nah, biar kamu nggak kerepotan dengan hal ini, kamu diminta untuk mengisi formulir dalam bentuk link. Masalahnya, tautan ini bisa saja merupakan phishing atau bisa mengambil data-data pribadi di gawai kamu.

Selain itu, bisa jadi tanpa kamu sadari formulir ini sebenarnya berisi tentang permintaan untuk menulis PIN, OTP, hingga password dari rekening kamu. Bahaya banget, ya?

Memakai akun media sosial palsu

Pernah nggak kamu menanyakan soal rekening kamu di akun bank tempat kamu menabung dan tiba-tiba ada banyak sekali akun-akun media sosial palsu bank itu yang menjawabnya sembari memintamu menghubungi mereka?

Biasanya, kamu langsung diarahkan ke nomor WhatsaApp atau situs palsu yang bisa membuat kamu memberikan data-data pribadi dari rekeningmu. Hati-hati banget ya dengan akun ini.

Berpura-pura jadi agen laku pandai

Pelaku berpura-pura jadi agen laku pandai dari bank dan menawarkan jasa tanpa persyaratan rumit dan iming-iming keuntungan besar. Padahal, mereka sebenarnya hanya sedang menjalankan siasatnya agar kamu tanpa disadari mentransfer uang ke rekening mereka, Millens.

Awas, begal rekening semakin pandai dalam menjalankan aksinya. Kamu harus berhati-hati agar nggak jadi korban, ya? (Ojk/IB09/E05)