8 'Jalan Ninja' Menerapkan Sustainable Fashion

8 'Jalan Ninja' Menerapkan Sustainable Fashion
Ilustrasi Thrifting bisa menjadi salah satu cara menerapkan sustainable fashion. (Inibaru.id/Kharisma Ghana Tawakkal)

Tren fashion yang cepat basi menyebabkan jumlah limbah pakaian semakin menumpuk. Karena itu, prinsip sustainable fashion yaitu fashion yang berkepanjangan perlu banget diterapkan. Dengan begitu, penampilan bisa tetap kece dan lingkungan tetap terjaga. 

Inibaru.id – Membeli baju yang lagi ngetren memang menyenangkan. Tapi, kamu tahu nggak dampaknya bagi lingkungan? Asal kamu tahu, Millens, limbah dari industri fashion menyumbang sekitar 10 persen dari total keseluruhan gas rumah kaca. Duh, ngeri ya?

Jadi, kalau kamu merasa perlu berbuat sesuatu untuk lingkungan, nggak ada salahnya lo untuk mengadopsi konsep sustainable fashion. Dengan menerapkan gaya fashion yang berkepanjangan, limbah dapat ditekan karena pakaian nggak cepat dibuang.

Istilah yang muncul beberapa tahun terakhir ini merupakan sistem produksi pakaian yang nggak cuma aman bagi tubuh, tapi juga untuk lingkungan.

Cara menerapkan gaya hidup ini nggak sulit kok. Yuk simak sebagaimana dilansir dari Idntimes ini!

1. Rawat pakaian yang kamu punya

Hayo, siapa yang cuma menggebu-gebu membeli baju tapi ogah merawatnya? Mulai sekarang, perhatikan cara kamu mencuci pakaian serta menyimpannya. Merawat pakaian adalah langkah pertamamu untuk menerapkan sustainable fashion.

Jika dirawat dengan baik, pakaian bakal lebih tahan lama. Ketika mencuci, pisahkan jenis bahan pakaian dan pilih deterjen yang cocok dengan pakaian, dan juga ramah lingkungan. Perhatikan juga label instruksi mencuci pakaian. Biasanya tertera informasi mengenai suhu yang diperbolehkan untuk mencuci serta boleh tidaknya baju tersebut disetrika.

Bukan cuma menjaga baju tetap kece, merawat pakaian juga bikin kamu nggak keseringan beli baju.

2. Bertukar pakaian

Barter baju lebih baik daripada langsung dibuang. (Kompas/Dinno Baskoro)
Barter baju lebih baik daripada langsung dibuang. (Kompas/Dinno Baskoro)

Baju yang kamu punya sudah terlalu membosankan? Eits, ketimbang beli yang baru, gimana kalau kamu barter saja? Nggak susah kok menemukan gerakan yang mulai marak di Indonesia ini.

Kamu bisa lo bergabung dengan komunitas-komunitas pencinta fashion untuk melakukan barter pakaian. Selain itu, kamu juga bisa barter baju dengan teman. Barter baju bisa dilakukan selama kamu memegang etika untuk tetap menjaga kebersihan dan higienitas pakaian.

3. Beli pakaian preloved atau vintage

Jika keinginan membeli sudah nggak bisa dibendung, coba deh pertimbangkan untuk memilih pakaian preloved atau vintage. Membeli barang vintage atau loak itu bisa memberi sensasi baru. Kalau kata orang-orang yang melakukannya, memburu barang vintage atau preloved sudah seperti berburu harta. Wah, seru dan hemat kantong ya?

Meski begitu, ingat untuk memperhatikan higienitas dan kualitas baju ya.

4. Jangan tergiur fast fashion

Fast fashion merupakan istilah dalam industri pakaian untuk memproduksi berbagai model pakaian dalam jumlah banyak. Masalahnya, kualitas bahan yang digunakan cenderung kurang tahan lama. Hal ini mengakibatkan limbah tekstil yang menumpuk.

Jadi, lupakan deh untuk membeli baju karena sedang tren. Selain karena tren bersifat sementara, baju yang kamu beli juga bakal cepat rusak dan jadi limbah.

5. Cermat memilih bahan

Pastikan untuk memilih bahan pakaian sebelum membelinya. (iSTockphoto/rudl_stuardl)
Pastikan untuk memilih bahan pakaian sebelum membelinya. (iSTockphoto/rudl_stuardl)

Boleh saja kamu membeli baju preloved atau vintage, tapi perhatikan juga kain yang digunakan. Nggak semua jenis kain ramah lingkungan seperti bahan microfiber dan nilon. Dibutuhkan waktu yang nggak sebentar untuk mengurai butiran plastik di dalamnya.

Bahan alami yang sebaiknya kamu pilih untuk menjalankan gaya hidup sustainable fashion adalah katun atau serat bambu. Kedua bahan ini bisa dikomposkan dengan cepat.

6. Repurpose pakaian

Hampir sama dengan recycle, repurpose bisa diartikan mengubah fungsi pakaian. Misalnya, mengubah pakaian lamamu menjadi taplak, dompet, seprai, atau pakaian dengan model baru.

7. Thrifting

Demen dengan model-model lucu busana luar negeri? Kamu bisa melakukan thrifting. Eits, thrifting ini nggak sama dengan preloved ya. Thrifting biasanya menjual baju bekas buatan luar negeri dengan harga yang lebih murah, sementara preloved menjual barang bekas lokal.

Sekarang ini toko thrifting offline dan online menjamur di Indonesia. Kalau berminat beli, kamu bisa menemukan suppliernya dengan mudah. Tapi, guna mengurangi gas emisi karena distribusi barang dari luar ke dalam negeri, pertimbangkan untuk membeli barang preloved lokal ya.

8. Beli pakaian baru jadi opsi terakhir

Menerapkan sustainable fashion, bukan berarti kamu dilarang beli baju baru. Belilah baju baru jika kamu memang sudah kepepet karena butuh. Asal beli baju cuma bikin jumlah limbah bertambah. Pertimbangkan pula  untuk menyewa, barter, atau membeli pakaian bekas. Jadikan membeli pakaian baru sebagai pilihan terakhir.

Pastikan pakaian yang kamu beli berkualitas dan nyaman di kulitmu.

Nah, nggak sulit kan untuk memulai sustainable fashion demi menjaga lingkungan, Millens? Yuk, terapkan mulai sekarang! (Siti Zumrokhatun/E07)