Inibaru.id – Kalau kamu datang ke acara temu manten dalam pernikahan adat Jawa, pandanganmu pasti nggak akan lepas dari sepasang hiasan janur cantik yang dibawa oleh pengiring pengantin. Hiasan itu namanya Kembar Mayang.
Eits, tapi jangan salah sangka, Gez. Kembar Mayang bukan cuma pajangan biar dekorasi kelihatan estetik, lo. Di balik lilitan janur dan dedaunannya, ada doa dan filosofi mendalam yang mengiringi langkah pengantin menuju hidup baru.
Secara fisik, Kembar Mayang adalah rangkaian seni dekorasi yang terbuat dari janur (daun kelapa muda), beragam dedaunan, serta bunga-bungaan yang ditancapkan pada batang pisang. Disebut "kembar" karena jumlahnya harus dua dan bentuknya wajib identik alias sama persis.
Hiasan ini melambangkan mekarnya bunga pinang. Maknanya? Mengantarkan sepasang kekasih untuk mekar dan terjun ke kehidupan bermasyarakat. Harapannya, setelah menikah, mereka bisa jadi orang yang bermanfaat dan berbakti bagi lingkungan sekitarnya.
"Daun Apa-Apa" dan Rahasia di Dalamnya
Ternyata, isian Kembar Mayang itu nggak boleh asal pilih. Ada tiga unsur utama yang punya makna filosofis masing-masing:
Dedaunan (Daun Apa-Apa)
Terdiri dari daun beringin, alang-alang, cikra-cikri, puring, hingga daun emas. Ini melambangkan pengayoman dan kekuatan menghadapi rintangan.
Janur
Dibentuk jadi berbagai rupa, mulai dari model keris, pecut (cemeti), kupat luar, sampai walang-walangan (belalang). Semuanya adalah simbol perlindungan dan kesiapan mental.
Bunga
Biasanya memakai bunga pandan putih (pudak) yang harum dan bunga merak (potro menggolo). Tujuannya agar nama baik pengantin selalu harum di mata masyarakat.
Oh iya, Kembar Mayang juga selalu ditemani kelapa hijau yang airnya dikenal sebagai penangkal racun. Ini adalah simbol doa agar rumah tangga mereka terhindar dari segala macam "racun" atau mara bahaya.
Simbol Penjaga dan Pembeda Baik-Buruk
Dalam adat Jawa, Kembar Mayang dianggap sebagai "saksi" sekaligus penjaga. Penempatannya pun nggak sembarangan, lo. Harus ada di sisi kiri dan kanan pengantin.
Filosofinya keren banget: Sisi kanan melambangkan segala hal yang jujur, suci, dan baik. Sementara sisi kiri melambangkan hal-hal buruk atau batil yang harus dihindari. Dengan adanya Kembar Mayang di kedua sisi, pengantin diingatkan untuk selalu memilih jalan kanan (kebaikan) dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
Jadi, Kembar Mayang adalah doa visual agar pengantin bisa saling menjaga, menyerap kebaikan, dan membuang jauh-jauh hal buruk dalam hidup mereka. Sebuah warisan budaya yang penuh makna ya, Gez!
Gimana, makin tertarik nggak nih buat pakai adat Jawa di hari bahagiamu nanti? (Siti Zumrokhatun/E05)
