Dua Sosok Muda yang Antarkan Waralaba Kebab ke Lantai Bursa

Dua Sosok Muda yang Antarkan Waralaba Kebab ke Lantai Bursa
Komisaris Utama PT SKB Jadug Trimulyo Ainul Amri (kiri) dan Direktur Utama PT SKB Eko Pujanto (kanan). (Medcom)

Kesuksesan RAFI, kode saham PT Sari Kreasi Boga (SKB), melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) nggak lepas dari kepemimpinan dua sosok muda ini. SKB adalah perusahaan yang menaungi waralaba kebab kenamaan di Tanah Air.

Inibaru.id - Ketika Eko Pujianto bilang, “Dari lantai trotoar ke lantai bursa," dia nggak berlebihan. Nyatanya, PT Sari Kreasi Boga (SKB) yang dipimpinnya memang berasal dari usaha kecil dengan jualan utama kebab di selasar jalan. Usaha itu terus bertumbuh hingga menjadi waralaba yang menggurita di Indonesia.

Siapa yang nggak kenal Kebab Baba Rafi? Kebab yang hampir ada di seluruh kota besar di negeri ini adalah bagian dari PT SKB atau SKB Food yang pekan lalu resmi melantai di Bursa Saham Indonesia (BEI) dengan kode RAFI. Nah, Eko merupakan direktur utamanya. 

Eko mengaku bersyukur karena baginya, keberhasilan SKB Food melakukan Initial Public Offering (IPO) di BEI pada Jumat (5/8/2022) lalu sangatlah spesial. Perjuangannya bersama Jadug, Komisaris Utama SKB Food, telah membuahkan hasil. RAFI kini menjadi perusahaan kebab pertama di BEI.

Nama Eko dan Jadug memang tengah bersinar di lantai bursa karena keduanya terbilang sangat muda. Umur mereka saja belum menginjak kepala tiga. MURI bahkan memberi anugerah untuk Eko sebagai Direktur Utama Termuda dan Jadug sebagai Komisaris Utama Termuda yang melantai di BEI.

Siapa Mereka?

Begitu RAFI resmi melantai di bursa saham, Jadug mengatakan bahwa sebelum akhirnya bisa IPO, banyak pihak yang menolak ekspansi perusahaannya di tengah pandemi. Namun, mereka berhasil membuktikan bahwa bisnis level UMKM pun bisa naik kelas.

"Saya ingat betul. Tapi, kami selalu yakin pertahanan paling baik adalah menyerang,” ungkap Komisaris Utama SKB Food itu tenang, beberapa hari lalu.

Eko dan Jadug memang patut diacungi jempol. Usia yang masih terbilang sangat muda rupanya bukanlah tolok ukur sebuah pencapaian. Perlu kamu tahu, Eko baru berusia 28 tahun, sedangkan Jadug 26 tahun.

Eko merupakan alumnus Univesitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Sejak duduk di bangku kuliah, cowok asal Wonogiri ini sudah suka berbisnis. Salah satu usahanya adalah berjualan komoditas pertanian dari kampung ke pasar-pasar di Solo.

Cukup lama berkutat dengan prroduk pertanian, anak petani ini tercatat sukses mendirikan lebih dari 10 koperasi usaha dan pertanian sejak 2018. Eko juga menjadi mitra strategis Kementerian Pertanian (Kementan) untuk program zero import dan swasembada jagung pada tahun itu.

Eko dikenal aktif berkomunitas di UMKM dan wirausahawan muda, ikatan alumni universitas, dan inkubasi-inkubasi yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Tandem yang Sepadan

Dalam usaha meloloskan SKB Food ke lantai bursa, Eko berpartner dengan Jadug. Cowok 26 tahun bernama lengkap Jadug Trimulyo Ainul Amri ini adalah tandem yang sepadan untuk Eko.

Jadug lahir di Jepara, Jawa Tengah. Dia adalah alumnus S1 Hubungan Internasional Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Semasa kuliah, pemuda cekatan ini juga terbilang aktif mengikuti pelbagai organisasi.

Hm, dua sosok yang menarik ya, Millens? Oya, selain menganugerahi Eko dan Jadug sebagai Direktur Utama Termuda dan Komisaris Utama Termuda yang melantai di BEI, pada waktu yang sama MURI juga menobatkan SKB Food sebagai Perusahaan Waralaba Kebab Pertama yang melantai di BEI. Ha-ha.

Oke, fix no debate kan kalau kedua anak muda ini teladan yang baik bagi kita ya, Millens? Mereka membuktikan bahwa jajanan pinggir jalan kalau ditangani dengan serius juga bisa naik level. Ehm, tentu saja butuh modal yang besar juga! Hi-hi.  (Medcom/IB20/E03)