Mitos Opak Sili, Pembuatnya Harus Dalam Kondisi Suci

Mitos Opak Sili, Pembuatnya Harus Dalam Kondisi Suci
Ilustrasi: Proses membuat opak. (kuta.desa.id)

Pembuat opak sili dari Desa Candisari, Kecamatan Mranggen, Demak, Jawa Tengah, harus dalam kondisi suci jiwa dan raga. Kalau nggak, opak yang dia buat nggak bakal jadi, Millens.

Inibaru.id – Desa Candisari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah punya jajanan khasnya sendiri. Namanya adalah opak sili. Jajanan Sili ini kabarnya harus dibuat oleh orang yang dalam kondisi jiwa dan raganya suci, lo.

Aturan nggak tertulis ini masih dipegang teguh oleh warga Dukuh Sili. Meski jajanan ini laris dijual di banyak tempat, mereka percaya kalau pembuatnya nggak dalam kondisi jiwa atau raganya suci, maka opak nggak bakal jadi dan akhirnya membuat mereka merugi.

Menurut keterangan Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Makmur Sejahtera Candisari Muhamad Sholeh Kasun, ada aturan lain yang juga warga percaya, yaitu, mereka nggak akan memakai bahan pengawet kimia. Bahan utamanya juga harus murni dari ketela pohon.

“Kalau saat ditumbuk kemudian diberi bahan pengawet, akan tidak nyaman saat dibuat. Jadi opak ini murni dari ketela pohon. Kalau mau menambahkan rasa atau campuran bahan lain, harus selesai digoreng, baru ditambahkan,” jelas Sholeh, Senin (20/9/2021).

Dia juga menjelaskan soal seperti apa kondisi pembuatnya yang harus suci jiwa dan raganya sebelum membuat penganan ini.

Pembuat opak sili harus dalam keadaan suci. (kabarseputarmuria.com)
Pembuat opak sili harus dalam keadaan suci. (kabarseputarmuria.com)

“Ketika orang yang membuat opak itu sedang menstruasi, habis berkumpul dengan suaminya namun belum mandi, bertengkar dengan keluarganya, atau ada masalah pribadi, maka opak yang dibuat tidak akan menjadi opak. Bahan bakunya akan menjadi bermasalah seperti bahan ketika ditumbuk itu seperti ada lendirnya,” ungkapnya.

Pembuat opak di Dukuh Sili sudah tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Opak Sili. KUBE ini dibina langsung oleh pemerintahan desa sehingga para pembuat pun sangat terbantu dalam hal produksi, distribusi, serta penjualan. Kini, jajanan ini bahkan laris manis sampai ke luar daerah.

“Alhamdulillah, opak sili banyak peminatnya. Selain dipasarkan di pasar tradisional, opak sili juga dipasarkan melalui online, yaitu media sosial. Baik itu opak mentah ataupun sudah siap makan (laku),” kata laki-laki berusia 51 tahun tersebut.

Selain rasa yang enak dan kerenyahannya yang bisa menggoyang lidah, opak sili khas Desa Candisari tergolong murah. Kalau kamu membeli dalam kemasan dengan ukuran 250 gram, tinggal membayar Rp 8 ribu – Rp 10 ribu.

Mengingat semakin banyak orang dari luar daerah yang mencari langsung opak sili di tempat produksinya, kini warga Desa Candisari pun sedang mengurus pendirian gerai UMKM Candisari. Rencananya sih, pada tahun ini sudah jadi.

Hm, jadi penasaran ya seperti apa nikmatnya opak sili, Millens. (Jat/IB09/E05)