Inibaru.id – Kalau kamu lagi melintas di Jalan Purwodadi–Pati, tepatnya di Desa Getasrejo, Kecamatan Grobogan, jangan kaget kalau melihat antrean di sebuah warung sederhana di pinggir jalan. Warung yang dimaksud adalah Warung Pojok Deso (Serabi Ndeso), tempat berburu serabi kuah yang belakangan ini lagi naik daun di Grobogan.
Berlokasi di Dusun Sanggrahan, Getasrejo, warung ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 sampai 18.00 WIB. Meski sudah berjualan sekitar dua tahun, popularitasnya baru benar-benar melejit sejak Agustus 2025 setelah viral di media sosial. Sejak saat itu, pembeli berdatangan, terutama saat Ramadan seperti sekarang.
Pemiliknya, Dwi Hariyani, mengaku penjualan meningkat drastis saat bulan puasa. Kalau hari biasa bisa menjual sekitar 100 porsi per hari, saat Ramadan jumlahnya bisa tembus 200 porsi. Nggak heran kalau menjelang waktu berbuka, antrean mulai terlihat sejak sore.
Menu andalannya ada dua: serabi kuah dan serabi kelapa. Keduanya dibanderol dengan harga yang ramah di kantong, cuma Rp 6 ribu per porsi. Murah meriah, tapi soal rasa nggak bisa dianggap remeh.
“Banyak pelanggan yang minta serabinya diberi es batu biar lebih segar. Saya nggak mematok harga tambahan lagi,” ungkap Dwi sebagaimana dinukil dari Murianews, Sabtu (21/2/2026).
Salah satu keunikan Serabi Ndeso terletak pada proses memasaknya yang masih menggunakan api arang. Cara tradisional ini bikin aroma serabi lebih wangi dan khas dibandingkan jika dimasak dengan kompor biasa.
Hal ini bikin bagian pinggir serabi jadi renyah tipis, sementara bagian tengahnya lembut. Apalagi kalau disiram kuah santan yang gurih dan manis, rasanya langsung bikin nostalgia jajanan tempo dulu.
Nggak sedikit pembeli yang datang karena penasaran setelah melihat ulasan di media sosial. Seperti yang diungkapkan Listyo Wicaksono, warga Kota Purwodadi.
“Kali pertama mencoba beberapa bulan lalu karena penasaran di media sosial. Ternyata beneran enak. Istri saya pengin mencobanya untuk berbuka puasa. Akhirnya saya ikutan mengantre buat beli ini sejak sore,” ujarnya pada Senin (23/2).
Pembeli lain, Kiara Setyadi, juga membagikan menu serabi favoritnya di warung tersebut. “Kalau saya suka dengan serabi kelapanya. Sudah jarang jajanan tradisional macam ini bisa dicari,” katanya.
Memang, di tengah gempuran makanan kekinian, jajanan tradisional seperti serabi kuah terasa semakin langka. Kehadiran Warung Pojok Deso seperti jadi oase bagi pencinta kuliner ndeso yang autentik. Apalagi, tempatnya sederhana dengan suasana yang hangat dan akrab.
Buat kamu yang lagi mudik atau kebetulan lewat wilayah Grobogan, nggak ada salahnya mampir dan mencicipi serabi ndeso ini. Siapa tahu, dari satu gigitan, kamu malah ketagihan dan rela antre demi seporsi jajanan tradisional yang sederhana tapi penuh rasa. Setuju kan, Gez? (Arie Widodo/E07)
