Inibaru.id - Gunung Ungaran berada di wilayah Kabupaten Semarang dan menjadi salah satu gunung yang cukup dikenal di Jawa Tengah. Dari tampilannya, gunung ini terlihat tidak terlalu mencolok dibandingkan gunung lain di sekitarnya. Namun, di balik bentuknya yang sekarang, tersimpan proses geologi panjang yang membentuknya selama ratusan ribu tahun.
Dan tahukah kamu bahwa yang kita lihat hari ini bukanlah Gunung Ungaran yang pertama? Secara geologi, Gunung Ungaran terbentuk dari aktivitas vulkanik tua yang mencapai puncaknya pada masa Pleistosen. Pada fase awal, gunung ini diperkirakan memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan bentuknya saat ini.
Sekitar 500.000 tahun lalu, terjadi runtuhan besar pada tubuh gunung yang membentuk cekungan luas menyerupai tapal kuda. Material dari runtuhan tersebut kemudian mengalir ke arah utara dan turut membentuk bentang alam di wilayah Semarang. Merujuk pada referensi dari sumber Badan Geologi Kementerian ESDM, struktur seperti ini merupakan hasil dari ketidakstabilan tubuh gunung api yang menyebabkan sebagian bagiannya ambruk dan menyisakan jejak morfologi yang khas.
Runtuhan tersebut bukan akhir dari aktivitas Gunung Ungaran. Dari sisa struktur yang ada, aktivitas vulkanik kembali membentuk gunung baru yang dikenal sebagai generasi kedua. Proses ini terus berlanjut hingga akhirnya terbentuk Gunung Ungaran yang kita lihat sekarang.
Ungaran saat ini merupakan generasi ketiga yang tumbuh di atas jejak dua generasi sebelumnya. Berdasar referensi dari sumber Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, siklus pembentukan ulang seperti ini umum terjadi pada gunung api, di mana aktivitas vulkanik tidak berhenti pada satu fase, melainkan terus berkembang melalui proses yang panjang.
Energi Panas Bumi
Meski tidak memiliki catatan letusan besar dalam sejarah manusia, Gunung Ungaran belum sepenuhnya kehilangan aktivitasnya. Sisa energi panas dari dalam bumi masih bisa ditemukan di beberapa titik.
Salah satunya berada di kawasan Candi Gedongsongo, di mana terdapat sumber air panas dan uap yang masih aktif hingga kini. Dikutip dari United States Geological Survey (USGS), kondisi ini menunjukkan bahwa sebuah gunung api bisa berada dalam fase tidak aktif secara erupsi, tetapi masih menyimpan aktivitas panas bumi di bawah permukaannya.
Melihat proses terbentuknya, Gunung Ungaran tidak bisa dipahami hanya dari bentuknya saat ini. Ia merupakan hasil dari rangkaian panjang aktivitas alam yang terus berubah dari waktu ke waktu.
Apa yang terlihat hari ini adalah bagian dari proses yang lebih besar, tentang bagaimana sebuah gunung terbentuk, runtuh, lalu kembali muncul dalam bentuk baru. Sebuah siklus alami yang menunjukkan bahwa perubahan selalu menjadi bagian dari cara alam bekerja. (Ike/E01)
