Warga Jawa Tengah Perlu Sabar 30 Tahun buat Pergi Haji

Warga Jawa Tengah Perlu Sabar 30 Tahun buat Pergi Haji
Daftar tunggu berangkat haji bagi umat muslim di Indonesia semakin lama. (Media Indonesia/Susanto)

Warga Jawa Tengah kini harus menunggu tiga dekade alias 30 tahun buat mengunjungi Tanah Suci Makkah. Ini masih mending dibanding Bantaeng, Sulawesi Selatan yang daftar tunggunya sampai 97 tahun. 

Inibaru.id – Semenjak pandemi Covid-19, ibadah haji pun kembali mulai dilakukan umat muslim di seluruh dunia. Tak terkecuali yang berasal dari Indonesia. Sayangnya, nggak adanya haji selama beberapa tahun membuat daftar tunggu berangkat haji bagi umat muslim dari Indonesia pun jadi semakin panjang.

Di Jawa Tengah, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah Ahyani mengatakan, masa tunggu haji mencapai 30 tahun.

“Jateng itu daftar tunggu kuotanya mencapai 900 ribu orang. Kalau setiap tahun yang diberangkatkan 30 ribu orang, berarti sudah 30 tahun (antreannya). Kurang lebih segitu,” jelas Ahyani, Kamis (16/6/2022).

Eits, durasi 30 tahun ini nggak dipukul rata di tiap kabupaten ya. Ada kok daerah Jawa Tengah (Jateng) yang masa tunggunya lebih pendek, tapi ada juga yang lebih panjang. Hal ini nggak mengherankan mengingat antusiasme masyarakat Jateng untuk menjalankan ibadah haji sangatlah tinggi.

Lantas, bagaimana ya dengan daftar tunggu antrean haji warga Kota Semarang? Kalau menurut Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Kota Semarang Mawardi, bisa jadi sampai 32 tahun, Millens.

“Perkiraan kuota haji Kota Semarang sekitar 800-1.000 orang,” jelas Mawardi, Senin (11/4).

Antrean haji di Kota Semarang dan Jawa Tengah cukup banyak. (Medcom.id/ Rhobi Shani)
Antrean haji di Kota Semarang dan Jawa Tengah cukup banyak. (Medcom.id/ Rhobi Shani)

Masalahnya, daftar antrean jemaah haji Kota Semarang sudah mencapai 50 ribu orang. Jika dihitung berdasarkan kuota haji yang tersedia, maka daftar tunggunya mencapai 32 tahun. Itu pun kebanyakan yang masih mengantre adalah yang sudah berusia lebih dari 65 tahun.

Untungnya sih, mereka yang sudah lansia bakal diprioritaskan sehingga bisa menjalankan ibadah haji lebih awal. Meski begitu, mereka harus sudah melakukan pelunasan biaya perjalanan haji (BIPIH) dan menjalani sejumlah verifikasi.

Khusus untuk ibadah haji tahun ini, Jawa Tengah mengirimkan 13.776 jemaah yang terbagi dalam 44 kelompok terbang (kloter). Sebagian jemaah sudah berangkat dari Embarkasi Solo sejak awal Juni 2022.

O ya, balik lagi ke masa tunggu antrean haji di Indonesia. Meski di Jawa Tengah cukup lama, ternyata nggak selama beberapa daerah lain. Di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, masa tunggunya bahkan sampai 97 tahun. Antuasiasme warga yang tinggi nggak diimbangi dengan jumlah kuota yang tersedia di wilayah tersebut, yaitu hanya 85 orang.

Jadi, kalau kamu sudah berniat melakukan ibadah haji, menabunglah sejak muda ya, Millens. Semoga saja diberi waktu agar bisa menjalankan ibadah tersebut. (Sol,Rad/IB09/E05)