Perempuan Harus Pintar Memilih Jenis Olahraga

Perempuan Harus Pintar Memilih Jenis Olahraga
Nggak hanya berolahraga di akhir pekan, perempuan sebaiknya berolahraga setidaknya setiap hari meski hanya 30 menit. (Pleret)

Kenapa seringkali sudah rajin berolahraga perempuan tetap memiliki berat badan berlebih? Bisa jadi karena salah memilih jenis olahraga. Oleh karena itu, perempuan harus pintar memilih jenis olahraga. Apa saja olahraga yang cocok untuk perempuan?

Inibaru.id - Memiliki tubuh ideal sepertinya menjadi keinginan setiap perempuan. Sayangnya, hal itu nggak mudah diwujudkan ya, Millens. Selain menjaga pola makan, olahraga yang rajin juga harus dilakukan.

Namun terkadang sudah rutin berolahraga pun berat badan perempuan masih berlebih. Kira-kira kenapa ya?

Dokter spesialis kandungan dan kebidanan Tita Husnitawati mengungkapkan salah satu penyebab dari hal itu adalah karena kurang tepat memilih jenis olahraga.

"Olahraga yang tepat itu aerobik, yang membuat lancar pertukaran udara. Contohnya berjalan kaki, lari, bersepeda, senam aerobik dan renang. Badminton dan tinju bukan aerobik," ujar dia dalam Virtual Press Conference, dikutip Selasa (25/10/2022).

Jalan kaki adalah salah satu olahraga yang tepat untuk perempuan karena membuat lancar sirkulasi udara. (Pexels/Daniel Reche)
Jalan kaki adalah salah satu olahraga yang tepat untuk perempuan karena membuat lancar sirkulasi udara. (Pexels/Daniel Reche)

Menurut Tita yang tergabung dalam Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) itu nggak hanya jenis, frekuensi olahraga pun perlu menjadi perhatian.

Dia mengatakan, berolahraga satu atau dua kali seminggu kurang tepat. Tita menyarankan kaum hawa terutama yang sudah mengalami menopause berolahraga empat kali dalam sepekan dengan durasi 30 - 45 menit.

Menurut studi, perempuan menopause dapat bertambah bobotnya sekitar 2,5 kg per tahun. Pada usia 60 tahun, beratnya kemungkinan bisa bertambah lebih dari 10 kg.

"Yang penting olahraga dilakukan setiap hari dengan 30 menit bukan 1-2 kali dalam seminggu. Pola ini dapat mempertahankan berat badan. Minimal empat kali seminggu 45 menit," kata dia.

Olahraga yang hanya dilakukan sekali hingga dua kali misalnya pada hari Sabtu dan Minggu, sambung Tita, justru dapat merangsang nafsu makan dan kurang membakar energi tubuh.  Akhirnya ini menyebabkan berat badan seseorang semakin bertambah, bukannya turun ke bobot normal.

Tita mengatakan, jenis olahraga juga sebaiknya disesuaikan dengan usia. Perempuan yang memasuki masa lansia disarankan berjalan kaki, sementara mereka dengan usia di bawah 40 tahun dapat memilih olahraga beragam semisal berlari, bersepeda atau senam aerobik berdampak tinggi.

Dia menambahkan, berolahraga rutin termasuk bagian dari gaya hidup sehat demi menjaga berat badan ideal, metabolisme tubuh berjalan normal sehingga tubuh menjadi sehat dan nafsu makan terkendali.  Sebaliknya, berat badan berlebihan dapat memicu berbagai masalah kesehatan termasuk gangguan persendian.

Kalau kamu sudah nyaman dengan olahraga apa, Millens? Jangan bosan berolahraga demi mendapatkan tubuh yang lebih sehat, ya! (Siti Khatijah/E05)

Artikel ini telah terbit di Media Indonesia dengan judul Ini Sebab Perempuan Tetap Gemuk Walau Sudah Berolahraga.