BerandaHits
Selasa, 20 Jan 2026 19:34

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

Nggak Suka Dengerin Musik? Bukan Aneh, Bisa Jadi Kamu Mengalami Hal Ini!

Ilustrasi ahndonia musik, kondisi seseorang yang nggak merasakan kesenangan ketika mendengar musik. (Gigazine)

Di saat orang lain asyik pakai earphone sepanjang hari, ada sebagian orang yang justru merasa musik itu biasa saja. Bukan karena nggak asyik, ternyata ada alasan medis bernama anhedonia hingga faktor preferensi pribadi yang bikin seseorang nggak tertarik sama melodi. Yuk, pahami kenapa nggak semua orang harus jadi pencinta musik!

Inibaru.id – Buat banyak orang, hidup tanpa musik rasanya kayak sayur tanpa garam. Mulai dari lagu mellow yang bikin galau sampai beat kencang yang bikin pengin joget, musik seolah punya kekuatan sihir. Tapi, pernah nggak sih kamu ketemu orang yang justru datar-datar saja atau bahkan nggak minat dengerin musik sama sekali?

Eits, jangan buru-buru dianggap aneh, Gez! Ternyata ada penjelasan ilmiah dan alasan logis di baliknya. Yuk, cari tahu kenapa ada orang yang "imun" sama pesona musik!

1. Mengenal Anhedonia Musik: Saat Musik Terasa "Hambar"

Pernah dengar istilah Anhedonia? Secara neurologis, ini adalah kondisi saat seseorang nggak bisa merasakan kesenangan dari hal-hal yang biasanya dianggap asyik, kayak makanan enak, uang, atau musik.

Nah, khusus buat musik, ada yang namanya Musical Anhedonia. Di otak mereka, bagian grey matter nggak bisa menerjemahkan alunan nada sebagai sesuatu yang menyenangkan. Jadi, pas dengerin lagu hits sekalipun, otak mereka cuma menangkapnya sebagai suara biasa alias rangsangan netral.

Kondisi ini tergolong langka, cuma dialami sekitar 3 sampai 5 persen populasi dunia. Tapi tenang, ini bukan tanda kerusakan otak, kok. Mereka tetap bisa bahagia, cuma sumber kebahagiaannya bukan dari melodi.

2. Sumber "Dopamine" yang Berbeda

Musik bukan satu-satunya cara untuk memproduksi dopamin. Membaca atau melakukan kegiatan favorit lain juga dapat meningkatkan hormon ini. (via Halodoc)
Musik bukan satu-satunya cara untuk memproduksi dopamin. Membaca atau melakukan kegiatan favorit lain juga dapat meningkatkan hormon ini. (via Halodoc)

Kita tahu kalau dengerin musik bisa memicu hormon dopamine alias hormon bahagia. Tapi perlu diingat, musik bukan satu-satunya sumber bahagia di dunia ini, Gez.

Beberapa orang mungkin merasa musik itu biasa saja karena mereka sudah dapat asupan "kebahagiaan" dari stimulus lain. Bisa jadi mereka lebih happy saat membaca karya sastra, menonton film, olahraga, atau sekadar nongkrong bareng teman. Intinya, setiap orang punya tombol "senang" yang berbeda-beda!

3. Belum Ketemu "Jodoh" Genre yang Pas

Alasan lainnya lebih ke soal selera. Musik itu spektrumnya luas banget, nggak cuma terbatas pada apa yang lewat di FYP TikTok atau tangga lagu populer.

Ada orang yang nggak suka musik karena mereka belum terpapar genre yang benar-benar klik di hati. Mungkin mereka nggak cocok sama Pop atau Rock, tapi belum sempat mengeksplorasi musik instrumental klasik atau genre niche lainnya. Ibarat mencari jodoh, mereka cuma belum ketemu lagu yang bikin "jatuh cinta" saja. (Siti Zumrokhatun/E05)


Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved