Inibaru.id - Siapa sih yang nggak kenal kurma? Buah satu ini jadi primadona setiap kali azan Magrib berkumandang di bulan suci. Tapi, pernah nggak kamu kepikiran kenapa orang Barat menyebutnya dates, sementara kita menyebutnya kurma?
Nah, usut punya usut, penamaan kurma itu bukan sekadar label, melainkan cerminan peradaban manusia. Yuk, kita kupas tuntas ceritanya!
Kalau kamu belajar bahasa Inggris, pasti tahu kalau kurma disebut date. Nama ini ternyata berasal dari kata Yunani, dactylos, yang artinya "jari". Lo, kok jari?
Sejarawan kuliner Nawal Nasrallah dalam bukunya Dates: A Global History menceritakan sebuah mitos unik. Alkisah, ada seorang lelaki sakit perut yang bermimpi bertemu dewa penyembuhan. Si dewa menyuruhnya memakan jari-jari tangan kanannya. Begitu bangun, lelaki itu langsung makan lima butir kurma (yang bentuknya memang lonjong mirip jari) dan voila! dia pun sembuh. Sejak saat itu, kurma identik dengan sebutan "jari".
Nggak cuma itu, Nasrallah juga menyebut kalau kata deql/dekel dalam bahasa Semit kuno yang berarti "pohon kurma" punya kemiripan bunyi dengan nama Sungai Tigris (Deqlat/Idiglat). Wah, jangan-jangan Tigris itu dulu artinya "Sungai Pohon Kurma", ya?
Beda Bahasa, Beda Cerita
Menariknya lagi, tiap negara punya cara sendiri menyebut buah ini:
- Eropa (Inggris, Prancis, Italia): Kompak memakai turunan kata dactylos (Date, Datte, Dattero).
- Portugis: Lebih memilih kata Tamar/Tamr yang diserap dari bahasa Arab dan Ibrani.
- Makna Filosofis: Kata Tamr ini konon punya akar kata yang sama dengan Damu (darah) dalam bahasa Akkadia. Maknanya dalam banget, Gez, yakni menggambarkan warna kurma matang yang merah kecokelatan, serta simbol kebaikan dan kekokohan.
Tanaman "Senior" Sejak Zaman Purba
Kurma bukan tanaman kemarin sore. Berdasarkan laporan BBC, kurma diyakini sebagai salah satu buah pertama yang dibudidayakan manusia di dunia.
Buktinya nggak main-main. Ada lukisan batu di Arab Saudi yang menggambarkan manusia purba sedang memanjat pohon kurma. Arkeolog memperkirakan kalau manusia sudah mulai "berkebun" kurma sejak zaman Akkadia dan Sumeria, alias sekitar 5.000 hingga 6.000 tahun yang lalu! Gila nggak tuh?
Jadi, setiap kali kamu mengunyah sebutir kurma saat berbuka nanti, ingat ya kalau kamu lagi menikmati buah yang sejarahnya sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Selain dapet manis dan pahalanya, sekarang kamu juga dapet ilmunya! (Siti Zumrokhatun/E05)
