inibaru indonesia logo
Beranda
Kulinary
Mengapa Rasulullah Makan Kurma Berjumlah Ganjil?
Selasa, 26 Mar 2024 17:00
Penulis:
Arie Widodo
Arie Widodo
Bagikan:
Ilustrasi: Rasulullah makan kurma dengan jumlah ganjil. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Ilustrasi: Rasulullah makan kurma dengan jumlah ganjil. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Kamu pasti pernah mendengar kalau Rasulullah makan kurma dengan jumlah ganjil. Penasaran nggak kenapa hal tersebut dilakukan?

Inibaru.id – Salah satu hidangan berbuka puasa yang paling dicari umat muslim selama Ramadan adalah kurma. Rasanya yang manis dianggap pas untuk mengembalikan energi yang hilang setelah seharian nggak melakukan aktivitas makan dan minum.

Menjadikan kurma sebagai hidangan pembuka puasa sangat dianjurkan dalam Islam, sebagaimana dilakukan Nabi Muhammad SAW. Selain kurma, Rasulullah juga merekomendasikan air putih sebagai sajian pembuka, seperti tertera dalam hadis berikut:

“Jika salah satu di antara kalian ingin berbuka puasa, berbukalah dengan kurma. Jika tidak ada, cukuplah dengan air, karena air itu bersih dan menyucikan.” (Riwayat Kelima Imam yang dinilai sahih oleh Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, dan Al Hakim)

Untuk kurma, Rasulullah biasanya menikmatinya dalam jumlah ganjil, yakni antara 3, 5, 7, dan seterusnya. Rachmat Morado Sugiarto dalam Adab Sunnah menuliskan, Nabi Muhammad memang menyukai bilangan ganjil.

Menangkal Racun dan Sihir

Ilustrasi: Kurma dianggap bisa menangkal racun dan sihir. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Ilustrasi: Kurma dianggap bisa menangkal racun dan sihir. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Penjelasan tentang kesukaan Rasulullah pada bilangan ganjil dijelaskan Rachmat Morado Sugiarto dengan mengutip sepenggal hadis yang diriwayatkan Bukhari. Berikut adalah bunyinya:

Pada Hari Raya, Rasulullah SAW tidak berangkat untuk melaksanakan salat hingga beliau makan beberapa butir kurma. Anas berkata: 'Beliau makan beberapa kurma dengan bilangan ganjil,' (Shahih Al Bukhari, 2/17 Hadist 953).

Sementara, menurut Romy Hernadi dalam 24 Jam Belajar Sunah Nabi, kebiasaan Rasulullah makan kurma dengan jumlah ganjil dimaksudkan untuk menangkal racun dan sihir. Kurma yang dikonsumsi adalah jenis Ajwa, seperti terungkap dalam hadis riwayat sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash.

Barang siapa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa di pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir.

Hal serupa juga tertulis dalam hadis lain yang diriwayatkan HR Ibnu Majah dari Sahabat Jabir bin Abdillah dan Abi sa’id. Rasulullah bersabda:

Kurma ajwa itu berasal dari surga. Ia adalah obat dari racun.

Nah, sudah tahu kan kenapa sangat dianjurkan untuk mengonsumsi buah kurma dalam jumlah ganjil? So, kalau nanti kamu berbuka puasa, jangan lupa dihitung dulu jumlah kurma yang masuk mulutmu ya, Millens! Ha-ha. (Arie Widodo/E03)

Komentar

inibaru indonesia logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Social Media

A Group Partner of:

medcom.idmetrotvnews.commediaindonesia.comlampost.co
Copyright © 2024 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved