Membandingkan Kecantikan Mona Lisa dengan Liza Soberano dan Lisa Blackpink

Membandingkan Kecantikan Mona Lisa dengan Liza Soberano dan Lisa Blackpink
Lukisan Mona Lisa sangat terkenal. Kok bisa, ya? (Flickr/StephenRMelling)

Senyum Mona Lisa terlihat samar. Kecantikannya juga bukanlah standar kecantikan yang populer di dunia seperti Liza Soberano atau Lisa Blackpink. Namun, mengapa lukisan Mona Lisa sangat terkenal?

Inibaru.id – Lukisan sosok perempuan anggun dengan segaris senyum di mulutnya yang digambar portrait oleh Leonardo da Vinci menjadi salah satu karya seni paling populer di dunia hingga kini. Lukisan itu dikenal sebagai Mona Lisa atau orang Italia menyebutnya Monna Lisa.

Dilukis sekitar 1503-1506, nama "Mona Lisa" berasal dari biografi pelukis dan arsitek Italia Giorgio Vasari yang bercerita tentang Leonardo da Vinci. Terbit 31 tahun setelah da Vinci mangkat, buku itu menyebutkan bahwa perempuan dalam lukisan tersebut adalah Lisa Gherardini.

"Leonardo (da Vinci) berusaha melukis untuk Francesco del Giocondo, sebuah potret Mona Lisa, sang istri," tulisnya.

Mona dalam bahasa Italia adalah bentuk sopan dari ma donna yang berarti "nyonyaku". Dalam bahasa Inggris, kata itu memiliki nilai rasa yang sama seperti ma'am, madam, atau my lady. Jadi, Mona Lisa bisa dimaknai sebagai Nyonya Lisa.

Apa yang Dikagumi?

Lukisan Mona Lisa tanpa 'pengagum'. Selama pandemi, Museum Louvre yang menjadi tempat tinggal salah satu <i>masterpiece </i>Leonardo da Vinci itu ditutup. (Reuters/Benoit Tessier)<i> </i>
Lukisan Mona Lisa tanpa 'pengagum'. Selama pandemi, Museum Louvre yang menjadi tempat tinggal salah satu masterpiece Leonardo da Vinci itu ditutup. (Reuters/Benoit Tessier) 

Hande Ercel, bintang film asal Turki, saat ini dinobatkan sebagai perempuan tercantik sedunia versi Top Beauty World. Aktris Filipina-Amerika Liza Soberano menyusul setelahnya, diikuti penyanyi asal Korsel Im "Nana" Jin-ah. Nah, dibanding ketiganya, Mona Lisa sejatinya nggak bisa dibilang lebih cantik. 

Namun, orang-orang begitu mengagumi Mona Lisa. Bahkan, konon sebagian besar orang melakukan kunjungan ke Museum Louvre di Paris, Prancis, hanya untuk melihat secara langsung sosok yang dianggap sebagai citra perempuan "ideal yang kewanitaan" pada zaman itu.

Demi bisa mengabadikan lukisan yang pernah digantung di kamar Napoleon Bonaparte di Tuileries pada 1800 itu, orang-orang mau berjibaku menembus kerumunan atau berdesak-desakan. Hal ini dilakukan dari generasi ke generasi, membuat kekaguman akan Mona Lisa kekal hingga sekarang. 

Namun, sejatinya apa yang membuat lukisan tersebut begitu istimewa?

Kecantikan yang Dituliskan

Kini lukisan Mona Lisa dianggap sebagai lukisan paling populer di dunia. (Flickr/

Jose Luis Hidalgo R.)
Kini lukisan Mona Lisa dianggap sebagai lukisan paling populer di dunia. (Flickr/ Jose Luis Hidalgo R.)

Ihwal "pemujaan" terhadap sosok Mona Lisa bermula dari gambaran seorang kritikus bernama Walter Pater. Melalui buku berjudul The Renaissance yang ditulisnya pada 1873, Pater mengupas tuntas segala hal terkait Mona Lisa. Dia mengaku sangat menyukai lukisan ini dan menyebutnya sebagai mahakarya.

Buku yang ditulis tangan tanpa ilustrasi ini rupanya membuat para pembacanya penasaran sekaligus terkagum-kagum pada sosok Mona Lisa yang kala itu diletakkan di Grand Gallery Museum Louvre. Dari buku, mereka percaya bahwa Mona Lisa memang begitu molek, seindah yang digambarkan Pater.

Pada 1910 Mona Lisa raib, yang setahun kemudian diketahui dicuri Vincenzo Perugia, tapi sulit untuk ditemukan hingga dua tahun kemudian. Selama masa pencarian, berita tentang lukisan itu hampir selalu mengutip buku Pater, membuat masyarakat dunia kian penasaran pada sosok Mona Lisa. 

Selama Mona Lisa raib, orang-orang yang penasaran dengan sosok Mona Lisa bahkan bersedia datang ke Louvre untuk sekadar melihat gantungan lukisan tersebut. Kekaguman dan rasa penasaran yang menjadi satu itu pun semakin menjadi-jadi begitu Mona Lisa ditemukan.

Rasa Penasaran yang Membuncah

Lukisan Mona Lisa menjadi magnet di Museum Louvre. (Thetelegraph/AFP/Eric Feferberg)
Lukisan Mona Lisa menjadi magnet di Museum Louvre. (Thetelegraph/AFP/Eric Feferberg)

Saga pencurian Mona Lisa berakhir pada 11 Desember 1913 sesaat setelah Leonardo Vincenzo, nama samaran Vincenzo Perugia, berusaha menjual lukisan itu ke Alfredo Geri, pedagang barang antik asal Florence, Italia. Ditemani Giovanni Poggi, direktur Uffizi, Geri bertemu Perugia.

Selama Desember, Mona Lisa ditampilkan di Uffizi. Setelahnya, lukisan tersebut berkeliling ke beberapa museum di Italia hingga 31 Desember, sebelum dikirim kembali ke Prancis dengan kereta Milan-Paris Express.

Sementara, Perugia diadili di Florence. Namun, dia juga mendapatkan popularitas lantaran berhasil "mengembalikan" Mona Lisa ke Italia. Perugia hanya diberi hukuman minimal dan dibebaskan nggak lama kemudian.

Begitu kembali ke Louvre, Mona Lisa yang diletakkan di Salon Carré segera diburu pengunjung. Orang-orang yang penasaran akan kecantikan Mona Lisa seperti digambarkan Walter Pater pun berbondong-bondong menyambangi museum.

Nah, dari situlah "mitos" kemolekan Mona Lisa terus berkembang, lengkap dengan berbagai mitos lain yang melengkapi kisah lukisan paling berharga di dunia yang diasuransikan hingga 100 juta Dolar AS pada 1962 tersebut.

Nah, sudah tahu kan mengapa lukisan Mona Lisa dianggap begitu "cantik"? (Dil/IB09/E03)