BerandaHits
Jumat, 13 Mar 2026 20:46

Lawan Tanah Asin! Padi Biosalin Jadi Andalan Petani Pesisir Pekalongan Utara Jelang Kemarau

Lawan Tanah Asin! Padi Biosalin Jadi Andalan Petani Pesisir Pekalongan Utara Jelang Kemarau

Petani di Pekalongan Utara diimbau menanam padi biosalin, varietas padi yang tahan di tanah pesisir. (Humas Jateng)

Masuk musim kemarau biasanya jadi tantangan berat buat petani di pinggir pantai karena pasokan air tawar berkurang dan kadar garam tanah naik. Tapi tenang, penyuluh pertanian di Pekalongan Utara punya solusinya: Padi Biosalin. Nggak cuma tahan "asin", padi ini juga terbukti bikin kantong petani tetap tebal!

Inibaru.id - Lahan asin di wilayah pesisir biasanya jadi momok buat petani karena bikin tanaman padi sulit tumbuh. Tapi, petani di Pekalongan Utara punya rahasia baru nih biar tetap bisa panen melimpah meski tanahnya punya kadar garam tinggi. Kenalan yuk sama si Padi Biosalin!

Karena itu, memasuki pertengahan Maret 2026, para petani di wilayah Pekalongan Utara mulai diimbau buat beralih ke varietas padi biosalin. Strategi ini diambil buat mengantisipasi fenomena gagal panen yang sering menghantui lahan pesisir saat musim kering tiba.

Penyuluh Pertanian Pekalongan Utara, Lazim Sofi, menjelaskan kalau padi biosalin punya daya tahan yang jauh lebih kuat dibanding padi biasa terhadap kadar garam tinggi (salinitas). Jadi, meskipun kondisi lahan lagi "asin-asinnya", si padi ini tetap bisa tumbuh tegak.

Irit Pupuk, Hasil Tetap Maksimal

Pemupukan padi Biosalin diklaim lebih irit. (RRI) 
Pemupukan padi Biosalin diklaim lebih irit. (RRI)

Nggak cuma tangguh, budidaya padi biosalin ternyata juga ramah di kantong, Gez. Petani cuma perlu pakai pupuk khusus bernama Tasnim dengan sedikit tambahan Urea dan NPK. Hasilnya? Pemupukan jadi jauh lebih efisien dan hemat biaya.

"Budidaya padi biosalin menggunakan pupuk khusus Tasnim, dengan tambahan urea dan NPK yang sangat sedikit sehingga tetap efisien bagi petani," ungkap Lazim saat ditemui di kantornya, Rabu (11/3/2026).

Kabar bahagianya lagi, sekitar 20 hektare lahan padi biosalin di Kelurahan Degayu dan Krapyak sudah siap panen perdana tahun ini. Produktivitasnya pun nggak main-main, diproyeksikan mencapai 6 hingga 7,5 ton per hektare. Mantap banget, kan?

Terus, gimana soal rasa? Jangan khawatir! Lazim menjamin kalau kualitas beras dari padi biosalin ini nggak kalah sama beras yang biasa kita makan sehari-hari.

“Secara rasa tidak jauh berbeda dengan beras biasa. Tetap pulen dan enak saat dimakan,” tambahnya.

Untuk memastikan hasil yang lebih presisi, dalam waktu dekat Dinas Pertanian bareng Badan Pusat Statistik (BPS) bakal melakukan proses ubinan. Ini dilakukan biar data produktivitas panen di pesisir Pekalongan benar-benar akurat dan bisa jadi acuan buat musim tanam berikutnya.

Nah, keren banget kan inovasi padi biosalin ini? Menurutmu, daerah pesisir mana lagi nih di Jateng yang cocok ditanami varietas ini? (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved