Inibaru.id - Belakangan ini, dashcam atau kamera dashboard semakin populer di kalangan pengendara mobil. Alat kecil yang biasanya dipasang di kaca depan ini berfungsi merekam perjalanan dan bisa menjadi bukti penting jika terjadi kecelakaan atau insiden di jalan. Namun, muncul satu pertanyaan yang cukup sering dibahas di kalangan pengguna mobil: apakah memasang dashcam mobil bisa membuat aki mobil cepat tekor?
Jawabannya sebenarnya tidak sesederhana “ya” atau “tidak”. Semua tergantung pada cara pemasangan, fitur yang digunakan, serta kondisi aki mobil itu sendiri.
Konsumsi Listrik Dashcam Relatif Kecil
Secara umum, dashcam tidak membutuhkan listrik yang besar. Kebanyakan kamera dashboard hanya menggunakan arus sekitar 0,1 hingga 0,5 ampere saat merekam. Angka ini kira-kira setara dengan konsumsi lampu interior mobil.
Dengan konsumsi daya yang kecil ini, dashcam biasanya tidak akan memberikan dampak besar pada aki mobil selama mesin menyala. Saat mobil berjalan, alternator akan terus mengisi ulang aki sehingga penggunaan listrik dari dashcam bisa langsung tergantikan.
Artinya, selama mobil sering digunakan dan aki dalam kondisi sehat, penggunaan dashcam umumnya aman untuk aki mobilmu.
Masalah Biasanya Muncul Saat Mobil Parkir
Masalah baru bisa muncul ketika mobil diparkir dalam waktu lama, terutama jika dashcam memiliki fitur parking mode. Fitur ini memungkinkan kamera tetap aktif meski mobil tidak digunakan, biasanya untuk merekam jika ada gerakan atau benturan di sekitar kendaraan.
Dalam mode ini, dashcam tetap mengambil listrik dari aki. Konsumsinya memang kecil, sekitar 0,1 hingga 0,3 ampere per jam, tetapi jika berlangsung terus-menerus selama berhari-hari, listrik yang terpakai bisa cukup signifikan.
Sebagai gambaran, aki mobil standar memiliki kapasitas sekitar 40–70 ampere-hour (Ah). Jika dashcam terus aktif saat mobil tidak digunakan, daya aki bisa berkurang sedikit demi sedikit hingga akhirnya tidak cukup kuat untuk menyalakan mesin.
Karena itu, mobil yang jarang dipakai lebih berisiko mengalami aki tekor jika dashcam dibiarkan aktif terus-menerus.
Faktor Lain yang Berpengaruh
Selain fitur dashcam, ada beberapa hal lain yang juga memengaruhi apakah aki mobil akan cepat habis atau tidak.
Pertama adalah kondisi aki. Aki yang sudah berusia lebih dari tiga tahun biasanya kapasitasnya mulai menurun, sehingga lebih mudah drop ketika ada beban tambahan.
Kedua adalah cara pemasangan dashcam. Jika dashcam dihubungkan ke soket pemantik rokok yang mati saat mesin dimatikan, biasanya tidak akan menguras aki. Sebaliknya, jika dipasang langsung ke sistem kelistrikan mobil (hardwire), dashcam bisa terus mengambil listrik meski mobil sedang parkir.
Cara Aman Menggunakan Dashcam
Agar penggunaan dashcam tetap aman bagi aki mobil, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan.
Pertama, pilih dashcam yang memiliki fitur pemutus tegangan otomatis. Fitur ini akan mematikan kamera ketika tegangan aki turun di bawah batas tertentu sehingga aki tidak sampai habis.
Kedua, pastikan mobil digunakan secara rutin agar aki kembali terisi. Jika mobil jarang dipakai, sebaiknya matikan fitur parking mode.
Pada akhirnya, dashcam sebenarnya tidak otomatis membuat aki mobil tekor. Selama pemasangannya benar dan aki mobil dalam kondisi baik, perangkat ini justru bisa menjadi perlindungan tambahan yang sangat berguna saat berkendara. Paham kan, Gez? (Arie Widodo/E07)
