Inibaru.id - Siapa bilang tinggal di desa itu berarti ketinggalan zaman? Di Jawa Tengah, stigma itu pelan-pelan mulai hilang, nih. Pasalnya, sekarang sudah nggak ada lagi kategori desa sangat tertinggal dan terpencil di provinsi tercinta kita ini. Keren banget, kan?
Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat puncak peringatan Hari Desa Nasional di Kebun Raya Indrokilo, Boyolali, Kamis (15/1).
FYI, Jawa Tengah itu punya desa terbanyak di Indonesia, lo, yaitu 7.810 desa. Tapi lihat deh prestasinya di tahun 2025 kemarin:
- Desa Mandiri: 2.208 desa (Sekitar 28,27%).
- Desa Maju: 3.921 desa.
- Desa Berkembang: 1.666 desa.
- Desa Tertinggal: Tinggal 15 desa saja, dan ini pun jadi prioritas buat segera "naik kelas".
Rahasianya: UMKM dan Desa Mandiri Energi
Kok bisa sepesat itu? Ternyata rahasianya ada pada pergerakan ekonomi mikro. Ada sekitar 4,2 juta UMKM di Jateng, dan 3 juta di antaranya tersebar di pelosok desa. Bahkan, sudah ada yang namanya Desa Ekspor, alias desa yang punya produk kualitas internasional.
Nggak cuma jago jualan, desa-desa di Jateng juga mulai pintar mengelola energi sendiri. Saat ini sudah ada 2.331 Desa Mandiri Energi. Ditambah lagi ada 899 Desa Wisata yang siap jadi jujukan liburan kamu pas weekend.
Keberhasilan ini nggak lepas dari program "Satu OPD Satu Desa Dampingan". Jadi, dinas-dinas di pemerintahan provinsi "turun gunung" buat membina desa-desa tersebut. Sejak 2019 sampai 2025, total ada 452 desa yang didampingi dengan kucuran dana kolaborasi mencapai Rp112,5 miliar!
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, yang hadir di Boyolali juga kasih jempol. Menurutnya, membangun desa itu sejatinya adalah membangun Indonesia, sesuai visi Asta Cita Presiden Prabowo untuk meratakan ekonomi.
Jadi, buat kamu yang tinggal di desa, jangan berkecil hati ya. Justru sekarang saatnya bangun potensi daerah sendiri karena masa depan ekonomi ada di sana! (Siti Zumrokhatun/E05)
