Inibaru.id – Kepulauan Karimunjawa memang masih jadi hidden paradise di Jawa Tengah. Sepanjang 2024 saja, hampir 100 ribu pelancong datang buat snorkeling. Tapi ada tren miris nih, Gez: siangnya ikan kakatua dipuji-puji karena cantik saat dilihat di bawah air, eh malamnya malah dicari buat dibakar.
“Siang snorkeling lihat ikan itu cantik. Terus malam dimakan karena penasaran rasanya,” curhat Silvi, salah satu wisatawan asal Bandung. Parahnya lagi, beberapa pemandu lokal malah membolehkan tanpa memberi edukasi soal fungsi penting ikan ini.
Ni Kadek Dita Cahyani, peneliti dari Universitas Diponegoro (Undip), menjelaskan kalau ikan kakatua adalah komponen vital. Sebagai ikan herbivora, tugas utama mereka adalah memakan alga yang menempel di karang.
Kalau alga ini nggak dimakan si kakatua, mereka bakal menutupi karang dan bikin karang mati karena nggak bisa "napas". Padahal, karang itu rumah buat banyak ikan lain dan penyedia oksigen bawah laut. Jadi, kalau kakatua habis, karang pun wasalam!
Ekskresi yang Jadi Pasir Putih
Ini fakta yang paling pecah: tahu nggak kalau pasir putih di pantai itu sebagian besar berasal dari kotoran ikan kakatua?
Karena giginya kuat, saat makan alga, mereka juga ikut mengunyah kalsium karbonat dari karang. Nah, hasil pencernaannya itulah yang dikeluarkan menjadi pasir putih yang lembut. Tanpa mereka, pembentukan pasir putih cuma bergantung pada kikisan ombak yang prosesnya lama banget.
Belum Dilindungi, tapi Wajib Dijaga
Di negara lain seperti Meksiko dan Bermuda, menangkap ikan kakatua bisa bikin kamu didenda ratusan juta atau masuk penjara. Di Indonesia sendiri, ikan ini memang belum masuk daftar spesies yang dilindungi secara hukum.
Tapi, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi, menegaskan kalau edukasi harus terus jalan. Pihaknya bakal menggandeng NGO dan pelaku wisata buat stop promosi makan ikan kakatua.
“Walaupun belum dimasukkan sebagai spesies yang dilindungi, kami mengimbau agar keberadaan ikan ini wajib dijaga dari penangkapan yang berlebihan,” ujar Endi.
So, kalau kamu sayang sama keindahan Karimunjawa, yuk jadi wisatawan cerdas. Pilihlah ikan konsumsi lain yang memang populasinya banyak dan bukan penjaga ekosistem inti. Biarkan si kakatua tetap berenang bebas bikin pasir putih buat liburanmu tahun depan ya, Gez! (Siti Zumrokhatun/E05)
