Inibaru.id - Pernah nggak sih kamu bertanya-tanya, dari mana datangnya kabut polusi yang bikin sesak napas di kota besar? Selama ini ilmuwan punya teori sendiri, tapi riset terbaru justru nemuin "tersangka" baru yang selama ini sembunyi di balik udara kita.
Kabar ini datang dari para peneliti di Universitas Alabama di Huntsville (UAH), Amerika Serikat. Mereka baru saja mengungkap jalur kimia misterius pembentuk partikel polusi udara. Studi yang baru rilis di jurnal Geophysical Research Letters (23/1/2026) ini bakal mengubah cara pandang kita soal kualitas udara dan iklim, Gez!
Uniknya, penemuan ini muncul secara nggak terduga. Awalnya, Profesor Shanhu Lee dan timnya lagi bereksperimen di laboratorium buat meniru lingkungan hutan di AS yang sering terpapar polusi dari aktivitas manusia (antropogenik).
Eh, pas lagi nyampur senyawa alami tumbuhan dengan ozon dan sulfur dioksida, mereka malah nemuin kelas senyawa organik baru bernama Organosulfat Teroksigenasi (OOS) dalam fase gas.
"Ini mengejutkan, karena selama ini organosulfat dianggap cuma terbentuk di dalam partikel padat atau cair, bukan gas," kata Lee sebagaimana dilansir dari Phys.org.
Si "Benih" Polusi yang Tangguh
Ternyata, senyawa OOS ini bertindak sebagai "benih" yang kuat banget buat ngebentuk partikel baru di atmosfer. Bayangkan aja, peneliti nemuin lebih dari 200 jenis OOS di fase gas!
Senyawa ini nggak cuma bikin udara jadi butek, tapi juga:
- Mempengaruhi pembentukan awan: Bisa mengubah pola hujan.
- Berdampak buruk buat kesehatan: Partikel halusnya bisa masuk ke paru-paru kita.
- Mengganggu iklim: Mempengaruhi cara bumi memantulkan panas matahari.
Lebih lanjut, penemuan ini mematahkan asumsi lama kalau polusi itu asalnya cuma dari satu sumber yang berdiri sendiri-sendiri. Kenyataannya, atmosfer kita itu kayak "panci sup" yang nyampur emisi alami (dari pohon dan tumbuhan) sama polusi buatan manusia (dari pabrik dan kendaraan).
Di kota-kota besar kayak Houston atau Atlanta dan mungkin kota besar di Indonesia juga emisi sulfur dari pembangkit listrik ketemu sama aroma alami dari pepohonan. Nah, campuran inilah yang menciptakan OOS tadi.
Bahkan, produk perawatan pribadi atau pembersih lantai yang beraroma jeruk (limonene) juga bisa bereaksi sama polusi udara di kota buat ngebentuk partikel polusi baru ini. Wah, ternyata harum pembersih lantai kalau ketemu polusi knalpot bisa jadi kombinasi yang bahaya ya, Gez!
Mengapa Ini Penting?
Dengan ditemukannya jalur kimia baru ini, ilmuwan jadi punya modal buat bikin model kualitas udara yang lebih akurat. Pengetahuan ini penting banget buat pemerintah dalam bikin kebijakan lingkungan, apalagi sumber emisi baru di perkotaan terus bertambah.
Jadi, kesehatan lingkungan itu memang kompleks banget. Ternyata, melindungi hutan aja nggak cukup kalau kita masih terus buang polusi sulfur ke udara, karena keduanya bisa "bersekongkol" membentuk polusi yang lebih parah. (Siti Zumrokhatun/E05)
