Fakta-Fakta Kebakaran di Rumah Sakit Jiwa Solo yang Bikin 2 Pasien Meninggal

Fakta-Fakta Kebakaran di Rumah Sakit Jiwa Solo yang Bikin 2 Pasien Meninggal
Kebakaran di Rumah Sakit Jiwa Solo. (Cakrawala/Agung Bram)

Kebakaran RSJD dr Arif Zainuddin Solo menewaskan dua pasien dan membuat tiga orang lain luka-luka. Hingga kini polisi masih mencari tahu penyebabnya.

Inibaru.id - Kebakaran Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr Arif Zainuddin Solo pada Jumat (5/8/2022) berujung pilu. Dua pasien dipastikan meninggal dan tiga orang mengalami luka-luka. Memang, Pemerintah Kota Solo mengaku bertanggung jawab atas musibah ini. Namun, polisi tetap melakukan penyelidikan untuk mengetahui apa penyebab pasti kebakaran.

Sejauh ini, ada beberapa fakta yang ditemukan terkait dengan kebakaran tersebut. Yuk simak satu per satu!

1. Terjadi pada Dini Hari

Kebakaran di Rumah Sakit Jiwa Solo terjadi saat dini hari, tepatnya pukul 03.43 WIB. Pada waktu itu, sebagian besar orang yang ada di sana sedang terlelap

Menurut tiga petugas jaga, api kali pertama berkobar di ruang Puntadewa. Sebenarnya, petugas sudah cekatan mengambil Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkannya. Sayangnya, api membesar dengan cepat sehingga 10 APAR pun nggak cukup untuk mematikannya.

Tahu api sudah nggak bisa dikendalikan, pada pukul 04.55 WIB, Pemadam Kebakaran (Damkar) Solo dipanggil. Hanya dalam waktu 30 menit usai mobil Damkar tiba, api berhasil dimatikan.

2. Dua Pasien Meninggal

Kebakaran terjadi di ruangan Puntadewa. (Timlo/Achmad Khalik)
Kebakaran terjadi di ruangan Puntadewa. (Timlo/Achmad Khalik)

Ruangan Puntadewa dihuni oleh 18 pasien dengan gejala akut. Selain itu, ruangan tersebut juga dikenal sebagai ruangan sementara bagi pasien yang baru datang ke RSJ. Sejumlah pasien tersebut dibagi di dua tempat, yaitu sisi timur dan sisi barat. Nah, kebakaran muncul dari sisi timur.

Mengapa bisa sampai ada korban jiwa? Hal ini disebabkan oleh adanya tujuh pasien yang diikat petugas agar nggak melukai diri atau orang lain. Saat kebakaran berlangsung, mereka pun nggak bisa langsung menyelamatkan diri. Meski sudah ada petugas yang berusaha menyelamatkan, upaya tersebut nggak berhasil.

“Korban dibawa ke RUSD dr. Moewardi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak keluarga juga meminta nggak perlu dilakukan autopsi dan menerimanya sebagai musibah,” terang Humas RSJD dr Arif Zainuddin Solo Joko Mulyono, Jumat (5/8/2022).

3. Saksi Masih Dimintai Keterangan

Setidaknya, lima saksi dimintai keterangan oleh Tim Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah dan Kepolisian Resor Kota Solo. Mereka adalah tiga petugas jaga, satu petugas keamanan, dan satu petugas jaga yang bertugas di bangsal lain.

“Petugas melihat plafon atap sudah jatuh dan terbakar. Kemudian mereka menelepon tombol emergency internal rumah sakit. Ada juga petugas yang menghubungi ruang emergency pusat komando krisis,” ungkap Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

4. Komentar Pemkot Solo dan Pemprov Jateng

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming mengaku pihaknya langsung menelusuri penyebabnya. Dia juga memastikan kalau Pemkot Solo akan bertanggung jawab.

“Nanti Kami tanggung jawab,” tegas Gibran pada Jumat (5/8).

Sementara itu, Gubrenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta evaluasi terhadap operasional rumah sakit. Ia menyebutkan kasus ini sudah ditangani pihak kepolisian.

"Pasti langsung dilakukan evaluasi. Maka kalau nanti kita tahu penyebabnya biar dilakukan tindakan dan biar menjadi pelajaran semuanya," ungkap Ganjar Pranowo saat di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/8).

Kita tunggu saja hasil penyelidikan polisi tentang penyebab kebakaran ini ya, Millens. Dan semoga korban kebakaran yang tengah dirawat segera pulih tanpa mengalami trauma. (Kom/IB09/E10)