BerandaHits
Kamis, 5 Jan 2023 11:00

Dukungan untuk Petisi Kembalikan WFH Melebihi Target

Dukungan untuk Petisi Kembalikan WFH Melebihi Target

Ilustrasi: Sebagian orang lebih produktif bekerja di rumah karena terhindar dari kemacetan dan kelelahan di jalan. (Pixabay)

Sejumlah masyarakat menginginkan kerja secara WFH. Hal tersebut dituangkan dalam sebuah petisi. Dari target 15 ribu tanda tangan, kini petisi kembalikan WFH telah memperoleh lebih dari 17 ribu tanda tangan.

Inibaru.id - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah dicabut. Itu artinya sudah nggak ada anjuran untuk tetap berdiam di rumah. Kamu boleh bepergian mendatangi keramaian asal tetap menjaga protokol kesehatan.

Seiring dengan dicabutnya PPKM, banyak instansi yang mengharuskan para karyawannya kembali bekerja di kantor. Otomatis kondisi jalan raya kembali ramai dan macet. Sebagian orang yang selama dua tahun sudah terbiasa bekerja di rumah dan menikmati suasana kota yang kondusif merasa keberatan.

Rasa keberatan untuk kembali melakukan kerja di kantor itu dituangkan dalam sebuah petisi yang didukung oleh lebih dari 15 ribu orang. Petisi tersebut bertujuan untuk mengembalikan kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH). Pasalnya, bekerja di kantor (WFO) hanya meningkatkan kemacetan dan membuat nggak produktif.

Hal itu diusulkan oleh Riwaty Sidabutar melalui petisi yang dibuat dua bulan lalu dengan judul "Kembalikan WFH sebab Jalanan Lebih Macet, Polusi, dan Bikin Tidak Produktif". Dari target 15 ribu tanda tangan, petisi daring tersebut telah ditandatangani oleh 17.460 orang per Kamis pagi, 5 Januari 2023.

"Dua tahun bisa kerja dari rumah, ketika harus ke kantor lagi rasanya malah bikin tambah stres," ucap Riwaty Sidabutar, Rabu (4/1/2023).

Kerja di Kantor Belum Tentu Produktif

Hingga Kamis pagi (5/1/2023), petisi mendukung WFH sudah mencapai 17.461 tanda tangan. (Change)
Hingga Kamis pagi (5/1/2023), petisi mendukung WFH sudah mencapai 17.461 tanda tangan. (Change)

Riwaty Sidabutar menceritakan jarak rumah dan kantornya adalah 20 kilometer dengan total pergi-pulang 40 kilometer. Jika cuaca sedang buruk dan hujan, dia bisa terjebak macet dalam waktu yang lama meski menggunakan sepeda motor. Oleh karena itu dia berpendapat WFO belum tentu membuat pekerja lebih produktif.

"Karena lamanya perjalanan, saya malah jadi lebih lelah, dan hasil pekerjaan tidak sebagus ketika saya bekerja dari rumah. Di rumah, saya merasa lebih percaya diri, lebih aman, dan juga merasa lebih nyaman," beber Riwaty.

"Oleh karena itu, saya ingin meminta agar aturan wajib WFO 100% dikaji kembali. Sebagai pekerja, ada baiknya jika kita juga diberikan pilihan untuk dapat kerja dari rumah," pinta dia.

Riwaty mengungkapkan beberapa negara sudah menerapkan kebijakan WFH sepenuhnya, seperti Belanda. Dia yakin Indonesia pun bisa.

"Saya yakin, dengan adanya aturan ini dari pemerintah, kantor-kantor akan dapat lebih fleksibel sehingga pekerja-pekerja pun bisa lebih nyaman," tambah dia.

Setelah mengalami dua tahun masa pandemi dengan segala aturannya, kamu kini menjadi tim WFH atau WFO nih, Millens? Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Tapi sebagai pekerja, sudah wajar memilih opsi tempat kerja yang paling produktif. (Siti Khatijah/E05)

Artikel ini telah dimuat di Medcom dengan judul Muncul Petisi Kembalikan WFH, Sudah Ditandatangani 14 Ribu Orang!

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media
A Group Member of:
medcom.idmetro tv newsmedia indonesialampost

Copyright © 2023 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved