Desa Cawet di Pemalang, Namanya Benar-Benar Terkait Celana Dalam

Desa Cawet di Pemalang, Namanya Benar-Benar Terkait Celana Dalam
Asal nama Desa Cawet. Beneran terkait celana dalam? (Twitter/HeraLoebs)

Ada Desa Cawet di Pemalang, Jawa Tengah. Kabarnya, nama desa ini terkait dengan celana dalam, lo. Maklum, dalam Bahasa Jawa, cawet memang artinya celana dalam. Kok bisa?

Inibaru.id – Desa Cawet termasuk dalam daftar nama-nama desa yang unik di Indonesia. Lokasinya ada di Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Dalam Bahasa Jawa, ‘cawet’ berarti ‘celana dalam’. Yap, desa ini memang terinspirasi dari barang tersebut.

Di balik namanya yang unik, Desa Cawet juga dikenal dengan keindahan alamnya yang luar biasa. Lokasinya ada di ketinggian yang sedang, yakni 250 sampai 600 meter di atas permukaan laut (mdpl). Nggak heran jika udara di sana cenderung sejuk.

Selain itu, kamu bisa menemukan Bukit Buku serta Bukit Igir Jahe dan dua sungai dengan ukuran cukup besar, yakni Kali Polaga serta Kali Keruh yang jadi batas Kabupaten Pemalang dengan Kabupaten Pekalongan.

Yap, desa ini memang ada di perbatasan dan cukup jauh dari pusat pemerintahan Pemalang, yakni sekitar 50 km.

O ya, balik lagi soal nama Desa Cawet yang unik banget. Nama ini viral gara-gara Calon Kepala Desa Taufik Shaleh ikut Pemilihan Kepala Desa pada 2018 lalu. Tagline kampanyenya sangat nyeleneh, yaitu ‘Cawetku, Cawetmu, dan Cawet Kita Semua’. Tapi, berkat tagline ini pula, kini Taufik benar-benar jadi pemimpin desa tersebut.

Nah, soal sejarah Desa Cawet, Kepala Seksi Pemerintahan desa tersebut, Riswanto, punya ceritanya. Dia mengatakan ada dua versi yang sama-sama patut dipercaya.

Ada dua versi penamaan Desa Cawet. (Twitter/ganjarpranowo)
Ada dua versi penamaan Desa Cawet. (Twitter/ganjarpranowo)

“Versi pertama memang berhubungan dengan cawet atau celana dalam. Nama cawet diambil dari kata cawing dan tali. Cawing artinya kain penutup (area pribadi) dan tali merupakan pengikat celana,” jelas Riswanto, Februari 2022.

Jadi ya, ceritanya, pada 1825 silam, warga berdebat soal siapa sesepuh yang dianggap pantas untuk dijadikan pemimpin desa. Adipati Pemalang Reksodiningrat atau yang dikenal dengan Kanjeng Pontang pun datang ke sana untuk menyelesaikan masalah ini.

Saat sedang berjalan di desa tersebut, ia bertemu seorang sesepuh yang sedang menanam di sawah. Tatkala diajak ngobrol, Kanjeng Pontang tahu kalau sesepuh ini bijaksana dan menunjuknya menjadi lurah. Tapi, tatkala penunjukkan itu, sang sesepuh hanya memakai cawing tali alias celana dalam kuno. Sejak saat itulah, sang lurah yang menjabat dari 1825 sampai 1847 itu diberi julukan Ki Lurah Cawang Tali.

“Cawing Tali nama lurahnya, kemudian desanya disebut dengan singkatan Cawet,” lanjut Riswanto.

Nah, kalau soal versi kedua, ada sumber mata air di desa. Cawet berasal dari kombinasi dua kata yakni ‘cai’ dan ‘awet’ yang berarti sumber mata air yang awet alias nggak pernah habis.

Kalau kamu, percaya versi mana Millens terkait asal mula nama Desa Cawet di Pemalang? (Det/IB09/E05)