BerandaHits
Rabu, 8 Apr 2026 14:40

Dana Pusat Anjlok Rp1,5 T, Sumanto Minta Pemprov Jateng Kreatif Cari Duit Sendiri

Penulis:

Dana Pusat Anjlok Rp1,5 T, Sumanto Minta Pemprov Jateng Kreatif Cari Duit SendiriAdministrator
Dana Pusat Anjlok Rp1,5 T, Sumanto Minta Pemprov Jateng Kreatif Cari Duit Sendiri

Ketua DPRD Jateng Sumanto mendorong Pemprov untuk kreatif mencari tambahan dana. (DPRD Jateng)

Ketua DPRD Jateng Sumanto mendorong Pemprov Jateng untuk lebih mandiri mencari sumber pendapatan daerah setelah dana transfer dari pusat dipotong Rp1,5 triliun. Tantangan ini makin berat seiring lesunya sektor pajak otomotif akibat pergeseran ke kendaraan listrik.


Inibaru.id – Kabar kurang sedap datang dari anggaran daerah. Dana transfer dari pemerintah pusat ke Jawa Tengah dipastikan turun drastis sebesar Rp1,522 triliun pada tahun 2026. Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Jateng Sumanto meminta Pemprov nggak cuma pasrah, tapi harus lebih mandiri dan kreatif mencari sumber cuan lewat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini ditegaskan Sumanto saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pendapatan Tahun 2027 di Surakarta, Selasa (7/4/2027). Menurutnya, pengurangan anggaran dari pusat ini merupakan efek dari Inpres No. 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Anggaran.

"Aturan ini telah memicu penurunan dana transfer pusat ke Jawa Tengah sebesar Rp1,522 triliun pada tahun 2026. Kondisi ini memaksa kita untuk lebih mandiri dan kreatif dalam menggali potensi pendapatan asli daerah," katanya.

Efek Mobil Listrik ke Pajak Daerah

Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dioptimalkan, kata Sumanto. (DPRD Jateng)
Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dioptimalkan, kata Sumanto. (DPRD Jateng)

Nggak cuma soal dana pusat, sektor otomotif juga lagi bikin dahi mengkerut. Tren orang pindah ke kendaraan listrik ternyata punya sisi lain yaitu pajak yang masuk ke kantong daerah jadi lebih kecil. Belum lagi penjualan motor dan mobil konvensional yang lagi lesu.

"Kondisi ini secara langsung menekan penerimaan PKB dan BBNKB. Pada tahun 2025 saja, pajak daerah Jateng terkontraksi sekitar 19,5 persen," ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sumanto pun menagih strategi konkret dari setiap OPD, BLUD, hingga BUMD. Dia nggak mau mereka cuma setor angka target tanpa ada cara jelas buat menagih tunggakan pajak yang menumpuk.

"Bagaimana mengurai tunggakan PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) yang nominalnya masih sangat besar agar tidak menjadi piutang macet yang persisten," tambahnya.

Pertahankan Prestasi Retribusi

Meski ada kabar suram di sektor pajak, Sumanto mengapresiasi kinerja retribusi daerah tahun 2025 yang sukses tembus 123,05 persen. Dia berharap layanan publik terus ditingkatkan biar warga nggak malas bayar retribusi.

Selain itu, ia juga mengingatkan soal dividen dari BUMD agar tetap seimbang antara menyumbang PAD dan kebutuhan modal usaha.

"Kita harus memastikan keberlanjutan fiskal agar program prioritas pembangunan mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur tetap berjalan lancar demi kesejahteraan rakyat Jawa Tengah," tandasnya.

Sebagai informasi, Rakor ini jadi langkah awal buat nyusun RKPD 2027. Dengan modal pertumbuhan ekonomi Jateng yang mencapai 5,37 persen dan angka kemiskinan yang turun ke 9,39 persen di tahun 2025, Sumanto optimis Jateng bisa tetap tangguh meski anggaran lagi diketatin. (Ike P/E01)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved