Inibaru.id - Kalau biasanya perjalanan lintas negara identik dengan duduk manis beberapa jam di pesawat, kisahnya berbeda kalau kamu naik kereta Trans-Siberian Railway. Jalur kereta legendaris ini bukan cuma soal berpindah tempat, tapi tentang menikmati perjalanan superpanjang yang membelah dua benua sekaligus.
Awalnya, rute utama Trans-Siberia menghubungkan Moskow di Eropa dengan Vladivostok di ujung timur Benua Asia. Panjangnya sekitar 9.289 kilometer dan menjadikannya jalur kereta api terpanjang di dunia. Dibangun sejak akhir abad ke-19, proyek ini dulu jadi kebanggaan Kekaisaran Rusia sekaligus simbol ambisi besar menghubungkan wilayah-wilayah yang jauh di Siberia yang masuk wilayah Benua Asia.
Baca Juga:
Uniknya Palang Pintu Kereta di Stasiun Tugu Yogyakarta, Salah Satunya Terpendek di Indonesia!Namun, ceritanya semakin menarik ketika bicara soal rute internasionalnya. Dari Moskow, kereta bisa diteruskan hingga Beijing atau bahkan Pyongyang. Untuk rute Moskwa–Pyongyang, total jaraknya tembus lebih dari 10.000 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 167 jam alias hampir tujuh hari.
Selama itu, kereta melintasi delapan zona waktu berbeda. Bayangkan, kamu bisa tidur malam, bangun, lalu menyadari bahwa kamu sudah berada di zona waktu yang berbeda, tanpa pernah turun dari gerbong.
Perjalanan selama hampir sepekan ini terasa seperti ekspedisi kecil di atas rel. Penumpang umumnya memilih kabin tidur karena durasinya jelas nggak sebentar. Di dalamnya tersedia tempat tidur bertingkat, ruang simpan barang, dan fasilitas dasar yang cukup nyaman untuk hidup sementara.
Ritme harian pun berubah: sarapan di gerbong restoran, membaca buku sambil ditemani suara gesekan roda, atau berbincang dengan sesama penumpang dari berbagai negara.
Soal pemandangan? Jangan ditanya. Dari kota-kota besar Rusia, lanskap perlahan berubah jadi hutan pinus Siberia yang seolah tak ada ujungnya. Kereta juga melintasi sungai-sungai besar dan hamparan padang rumput atau salju putih yang luas khas Eurasia. Ada momen ketika yang terlihat dari jendela hanyalah alam liar dan langit tak berbatas. Yang pasti, pengalaman ini bakal sulit didapat kalau kamu memilih moda pesawat terbang.
Untuk rute Moskwa–Vladivostok, harga tiket kelas dasar biasanya berkisar antara 170 hingga 400 dolar AS jika kamu memesan mandiri. Tapi kalau ingin perjalanan lebih nyaman dengan opsi beberapa kali singgahan, anggaran realistisnya bisa mencapai 1.000–1.500 dolar AS termasuk makan dan akomodasi.
Di sisi lain, rute internasional menuju Beijing atau Pyongyang tergolong lebih terbatas persediaan tiketnya dan jarang dipakai wisatawan umum, sehingga memberi kesan eksklusif tersendiri. Hal ini pun bikin harganya bisa lebih mahal.
Pada akhirnya, Trans-Siberian Railway bukan sekadar jalur transportasi. Ini adalah perjalanan lintas waktu dan ruang yang menghubungkan Eropa dan Asia dalam satu rangkaian kereta. Bagi sebagian orang, tujuh hari di atas kereta mungkin terdengar melelahkan. Tapi bagi para pencinta petualangan, justru di situlah letak romantismenya. Tertarik mencobanya, Gez? (Arie Widodo/E07)
