Apakah Polio Menular? Simak Jawabannya di Sini! 

Apakah Polio Menular? Simak Jawabannya di Sini! 
Satu kasus polio ditemukan di Pidie, Aceh. (Photo Stock Orami)

Seorang anak berusia 7 tahun di Pidie, Aceh terserang virus polio. Berdasarkan temuan itu, pemerintah menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa. Hm, memangnya polio bisa menular sampai harus menjatuhkan status tersebut?

Inibaru.id - Baru-baru ini pemerintah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus polio usai ditemukan 1 kasus di Pidie, Aceh. Pasien yang terinfeksi tersebut merupakan seorang anak berusia 7 tahun tanpa riwayat vaksinasi.

Gejala yang muncul adalah demam dan disertai dengan kelemahan anggota gerak. Setelah pemeriksaan secara menyeluruh, diketahui pasien terinfeksi polio.

"Setelah pemeriksaan fisik dan laboratorium, diketahui bahwa pasien terinfeksi virus polio," terang Wahyudi Adisiswanto, Penjabat Bupati Pidie, dalam konferensi pers, Jumat (18/11).

Meskipun hanya satu kasus yang muncul, kamu mungkin bertanya-tanya apakah polio menular atau tidak. Penasaran? Yuk, simak jawabannya berikut ini!

Polio Sangat Menular

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menulis, polio sangat menular dan dapat menyebar melalui kontak antarmanusia. Penyebaran virus ini bisa terjadi melalui kontaminasi feses atau droplet yakni tetesan air liur batuk atau bersin dari orang yang positif terpapar polio.

Jadi, jika seseorang terkena kotoran maupun droplet yang berada di tangan kemudian menyentuh mulut, penularan akan terjadi. Selain itu, sebaiknya waspada jika  anak memasukkan benda atau mainan ke dalam mulutnya. Kita nggak akan tahu apakah benda tersebut aman atau terkontaminasi kotoran atau droplet dari pasien polio.

Biasanya, polio dapat disebarkan satu sampai dua minggu usai gejala muncul. Sementara, virus ini dapat hidup di usus seseorang selama berminggu-minggu.

Cara Pencegahan Virus Polio

Cara pencegahan polio adalah dengan melengkapi imunisasi polio. (Hello Sehat via CNN)
Cara pencegahan polio adalah dengan melengkapi imunisasi polio. (Hello Sehat via CNN)

Asal kamu tahu, polio belum ada obatnya. Karena itu, pencegahan sangat penting. Salah satunya dengan imunisasi polio.

O ya, program imunisasi polio yang dilaksanakan di Indonesia diberikan kepada bayi sebanyak lima kali, yakni vaksin Polio Tetes (Bivalent Oral Polio Vaccine/bOPV) pada usia 1,2,3, serta 4 bulan dan vaksin Polio Suntik (Inactivated Polio Vaccine/IPV) pada usia 4 bulan.

Tuh, kan sangat penting lo melengkapi imunisasi polio di fasilitas kesehatan terdekat hingga anak berusia lima tahun.

Efek Samping Vaksin Polio

Ketakutan akibat ketidaktahuan masyarakat memang bukan rumor. Masih banyak masyarakat yang enggan membawa buah hatinya untuk imunisasi polio karena khawatir akan efek sampingnya. Padahal, berdasarkan data Kemenkes tentang Serba-Serbi Polio, disebutkan bahwa imunisasi polio sangat aman dan efektif.

Melansir Detik Selasa (22/11), penggunaan vaksin polio juga sudah disetujui dan diawasi Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).

Di Indonesia, penggunaan vaksin polio ini sudah dimulai sejak 1980-an, sehingga terbukti aman dan bahkan nggak bikin demam!

Kalaupun anak mengalami demam, kondisi itu menjadi tanda bahwa tubuhnya sedang membentuk kekebalan terhadap virus polio.

Sampai di sini paham ya, Millens bahwa polio itu menular. Jadi, yuk ajak para orang tua di sekitar kita untuk melengkapi imunisasi polio putra-putrinya. (Siti Zumrokhatun/E07)