Inibaru.id - Bagi petani di Desa Geblog, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, air bukan sekadar cairan, tapi "nyawa". Sayangnya, selama bertahun-tahun, mereka harus berjibaku dengan tanah kering dan rute sejauh 1,5 kilometer hanya demi beberapa jeriken air.
Tapi itu dulu. Sekarang, senyum mereka merekah lebar seiring dengan diresmikannya Embung Geblog pada Senin (23/2/2026). Penantian panjang sejak usulan pertama di tahun 2019 akhirnya lunas dibayar tuntas!
Perjuangan Pikul Air yang Berakhir
Kepala Desa Geblog, Utomo, bercerita kalau dulu warganya harus jadi "atlet" dadakan tiap musim kemarau. Bayangkan saja, mereka harus mengangkut air dari bawah menggunakan motor, mobil, hingga dipikul sendiri untuk mengisi tandon-tandon di lahan perkebunan.
“Dulu kalau kemarau, petani harus ambil air dari bawah. Jaraknya sekitar 1,5 kilometer,” kenang Utomo.
Kini, berkat bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, sistem pengairan sudah naik kelas. Embung ini dilengkapi dengan pompa dan toren penahan, jadi air bisa langsung meluncur ke kebun kopi, durian, alpukat, hingga pisang tanpa perlu kuras tenaga ekstra.
Selain itu, salah satu masalah klasik di lahan kering adalah tanaman yang layu sebelum berkembang. Ketua Kelompok Tani Wahyu Mulya, Suyadi Suryaputra, menyebutkan kalau ketiadaan air sering bikin bunga durian dan alpukat rontok atau gagal berbuah.
Dengan adanya embung ini, 60 petani yang mengelola 30 hektare lahan di sekitar lokasi bisa bernapas lega. Produktivitas oke, biaya operasional pun jadi lebih irit. Auto-cuan!
Nggak Cuma Air, Tapi Juga View Estetik
Menariknya, Embung Geblog nggak cuma soal irigasi. Jarwoko, salah satu petani kopi robusta, menyebutkan kalau warga sangat antusias karena tempat ini punya potensi wisata.
Senada dengan Jarwoko, Wahono, seorang warga setempat membocorkan kalau embung ini punya spot yang ciamik banget. Kalau cuaca lagi cerah, kamu bisa melihat:
- Gunung Sindoro & Sumbing yang gagah.
- Lanskap Kota Temanggung dan Parakan dari ketinggian.
Nah, peresmian oleh Gubernur Ahmad Luthfi ini diharapkan menjadi kunci sukses program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Karena ya, gimana mau panen melimpah kalau irigasinya saja masih "ngos-ngosan", kan? (Siti Zumrokhatun/E05)
