Inibaru.id - Kemampuan menghadirkan sejumlah program yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Jawa Tengah menjadi catatan positif kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen pada tahun perdanananya; tapi dengan sejumlah catatan.
Hal itu sebagaimana dikatakan pakar politik dari Kota Semarang Nur Hidayat Sardini alias NHS. Akademisi senior di Universitas Diponegoro (Undip) itu mengungkapkan, catatan penting yang menurutnya harus diperhatikan salah satunya adalah terkait komunikasi publik.
Kendati ada sejumlah kritik yang belakangan mengemuka, yang merupakan bagian dari dinamika yang harus direspons, dia melihat dalam setahun terakhir Jateng telah mengalami kemajuan di beberapa sektor, khususunya dari sektor infrastruktur.
"Dalam setahun terakhir ini pembangunan infrastruktur menjadi salah satu yang paling terlihat, terutama program desalinasi," kata NHS saat dihubungi Inibaru.id, Jumat (20/2/2026).
Air Bersih hingga Pengendalian Inflasi
Program desalinasi di kawasan pesisir utara dinilai memberi solusi konkret terhadap persoalan air bersih. Kebijakan ini mulai membantu warga berpenghasilan rendah yang sebelumnya harus membeli air untuk kebutuhan dasar.
Sementara di sektor kesehatan, program Dokter Spesialis Keliling (Speling) menurutnya telah membawa dampak langsung. Layanan ini membuka akses bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan spesialis tetapi terkendala jarak maupun biaya.
Kemudian, di sektor transportasi, kepemimpinan Luthfi-Yasin juga menunjukkan hasil positif setelah mengembalikan status Bandara Jenderal Ahmad Yani sebagai Bandara Internasional. Aktivitas penerbangan luar negeri tersebut dia sebut ikut menggerakkan aktivitas ekonomi daerah.
"Kalau melihat data, angka kemiskinan dan pengangguran menurun bahkan melampaui target. Pengendalian inflasi di Jateng juga menunjukkan tren positif," papar NHS, merujuk pada data keluaran Badan Pusat Statistik (BPS).
Komunikasi Publik Masih Buruk
Meski ada sejumlah pencapaian, NHS mengatakan, hal itu seharusnya nggak membuat pemangku jabatan di Jateng itu segera berpuas diri. Kendati dalam beberapa hal keduanya cukup mengesankan, ada beberapa hal lain yang menurutnya masih bisa ditingkatkan.
Berdasarkan catatannya selama setahun terakhir, dia menilai Luthfi-Yasin masih perlu menjaga konsistensi sekaligus memastikan manfaat pembangunan menjangkau lebih luas.
Dalam hal komunikasi publik, keduanya juga mempunyai sejumlah catatan khusus. Komunikasi yang buruk, khususnya dalam menyikapi beberapa isu sensitif belakangan ini, seperti penanganan bencana dan kebijakan opsen pajak, telah memicu reaksi negatif di ruang digital.
"Sentimen negatif yang cukup masif harus menjadi koreksi bagi keduanya," tegas NHS. "Pemimpin tidak ada yang sempurna, kadang salah ucap dan sebagainya. Namun, sebagai pemimpini, bagaimana komunikasi mereka kepada publik juga perlu diperhatikan dan diperbaiki."
Publikasi Perlu Lebih Kreatif
Menurut NHS, peran hubungan masyarakat (humas) akan menjadi unsur penting dalam pemerintahan, karena merekalah yang akan membentuk persepsi publik. Publikasi program perlu disajikan lebih kreatif agar masyarakat memahami dampak kebijakan secara utuh.
Lebih dari itu, dia menekankan, komunikasi nggak boleh berhenti pada tim (humas). Keua pucuk pimpinan tersebut perlu tampil atau menjadi orang pertama yang menjelaskan suatu kebijakan atau program dengan gamblang, agar masyarakat melihat adanya perbaikan dalam hal komunikasi publik.
"Apa yang dilakukan Luthfi-Yasin selama satu tahun terakhir sudah bagus. Catatan saya hanyalah bahwa setiap program dan kebijakan perlu disampaikan kepada publik lewat beragam pendekatan yang kreatif," tegasnya.
Setahun jadi pijakan awal untuk melihat ritme kepemimpinan dan dampaknya ke warga. Kalau menurutmu, bagaimana kepemimpinan Luthfi-Yasin setahun terakhir, Gez? (Sundara/E10)
