7 Anak Meninggal Karena Hepatitis Misterius, Kemenkes Bantah Pandemi Baru

7 Anak Meninggal Karena Hepatitis Misterius, Kemenkes Bantah Pandemi Baru
Ilustrasi: Sudah ada tujuh anak meninggal karena hepatitis akut misterius di Indonesia. (Rukita/Newsweek)

Kemenkes mengeluarkan jawaban terkait dengan isu munculnya pandemi baru usai Covid-19 gara-gara sudah ada 7 anak di Indonesia yang meninggal karena hepatitis akut misterius. Ternyata, prediksinya nggak bakal terjadi, Millens.

Inibaru.id – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkap sudah ada tujuh anak yang meninggal karena hepatitis misterius di Indonesia. Hal ini pun memicu kekhawatiran munculnya pandemi baru usai Covid-19 yang juga belum benar-benar tuntas di Indonesia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes Siti Nadia Tarmizi melaporkan empat anak meninggal karena hepatitis akut misterius ini di DKI Jakarta. Kematian lain ditemukan di Solok, Sumatera Barat, Kalimantan Timur, serta di Tulungagung, Jawa Timur.

“Kalau kematian yang dilaporkan resmi secara nasional ada tujuh kasus. Sementara kasus yang di Medan Sumatera Utara masih diverifikasi oleh teman-teman,” terang Siti, Kamis (12/5/2020).

Kasus kematian anak dengan usia tujuh tahun di Medan saat dirawat di RS Santa Elisabeth memang jadi perhatian Kemenkes. Kasus ini sudah dimasukkan dalam daftar dua suspek kasus hepatitis akut. Tapi, satu kasus lain nggak dimasukkan dalam kasus hepatitis akut karena korban juga mengidap penyakit lainnya.

Total, sudah ada 18 kasus yang diduga merupakan hepatitis akut di Indonesia. Tapi, Kemenkes mengaku nggak mau gegabah memberitakan hal ini karena masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

“Jadi itu semua data yang masuk secara nasional ya. Karena kita harus tetap hati-hati dalam melaporkan penyakit baru, karena belum tentu penyakti itu sesuai kriteria yang ditetapkan WHO,” jelas Siti.

Siti Nadia Tarmizi dari Kemenkes menyebut kasus hepatitis akut misterius nggak meningkat dengan signifikan. (Medcom/YouTube Sekretariat Presiden)
Siti Nadia Tarmizi dari Kemenkes menyebut kasus hepatitis akut misterius nggak meningkat dengan signifikan. (Medcom/YouTube Sekretariat Presiden)

Bukan Pandemi Baru

Kasus hepatitis akut misterius ini nggak hanya terjadi di Indonesia lo. Pada 15 April 2022 lalu, Badan Kesehatan Dunia PBB (WHO) menyebut sudah ada 20 negara yang melaporkannya. Meski begitu, Kemenkes RI yakin kalau penyakit ini nggak bakal berlanjut jadi pandemi sebagaimana Covid-19 lalu.

“Kalau dilihat dari data yang ada, tidak ada peningkatan yang signifikan kasus ini,” jelas Siti Nadia, Rabu (11/5).

Selain nggak adanya peningkatan jumlah kasus dengan signifikan di berbagai negara. Sejauh ini hanya enam negara yang melaporkan kasus hepatitis akut misterius dengan jumlah lebih dari lima. Otomatis, WHO pun menganggapnya sebagai wabah alias outbreak saja.

Meski begitu, Kemenkes nggak menutup kemungkinan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) pada daerah jika ada peningkatan kasus penyakit ini. Kemenkes pun bakal terus melakukan pengawasan dan pencegahan agar penularannya bisa ditekan.

Semoga saja prediksi Kemenkes kalau penyakit hepatitis akut misterius ini nggak jadi pandemi baru ya benar-benar terjadi ya, Millens. Maklum, kita baru saja mulai hidup dengan lebih tenang usai kasus Covid-19 melandai. (Rep, Cnn/IB09/E05)