Ditemukan Kasus Covid-19 di Sekolah-sekolah Semarang, PTM Disetop

Ditemukan Kasus Covid-19 di Sekolah-sekolah Semarang, PTM Disetop
PTM di Kota Semarang dihentikan sepekan karena adanya kasus penularan Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Semarang dihentikan selama sepekan. Hal ini disebabkan oleh adanya kasus penularan Covid-19 di sekolah-sekolah yang ada di Ibu Kota Jawa Tengah ini.

Inibaru.id – Dinas Pendidikan Kota Semarang, Jawa Tengah memutuskan untuk menghentikan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Semarang selama sepekan. Hal ini disebabkan oleh ditemukannya kasus Covid-19 di sejumlah siswa di beberapa sekolah di kota tersebut.

Kepala Disdik Kota Semarang Gunawan Saptogiri menyebut PTM nggak benar-benar dihentikan, namun dialihkan ke daring sebagaimana saat pandemi Covid-19 cukup parah. Proses belajar secara daring ini pun diberlakukan dari 1 November sampai 6 November dan berlaku untuk TK, SD, dan SMP baik itu yang statusnya negeri ataupun swasta.

Lantas, bagaimana dengan SMA? Gunawan menyebut yang berhak menentukan apakah pembelajaran tetap PTB atau harus daring adalah Disdik Provinsi Jateng.

Lantas, apa tujuan dari penghentian PTM selama sepekan ini? Ternyata, hal ini untuk memberikan kesempatan bagi petugas Dinas Kesehatan Kota Semarang melakukan tracing.

“Mengecek siapa saja yang pernah menjalin kontak dengan siswa positif tersebut dan dilakukan tes,” ungkap, Gunawan, Senin (1/11/2021).

Kalau memang hasil tracing menunjukkan nggak terjadi penularan Covid-19, barulah PTM bisa kembali dilakukan di pekan depan. Sebaliknya, kalau masih ada siswa yang positif Covid-19, penghentian PTM ini bisa saja diperpanjang. Kalau nggak, bisa jadi sekolah malah jadi klaster baru Covid-19.

Disdik Kota Semarang langsung melakukan tracking terhadap siswa yang terpapar Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Disdik Kota Semarang langsung melakukan tracking terhadap siswa yang terpapar Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Gunawan menyebut sekolah-sekolah di Kota Semarang sebenarnya sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Masalahnya, Disdik nggak bisa mengontrol mobilitas para murid, khususnya saat perjalanan dari sekolah hingga rumah. Jadi, bisa saja penularan Covid-19 ini terjadi di mana pun.

Ganjar Pranowo Juga Meminta Penghentian PTM

Melihat adanya siswa terpapar Covid-19 saat PTM di Kota Semarang, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ikut angkat bicara. Dia juga meminta penghentian PTM sebagaimana yang sebelumnya juga dilakukan di Solo.

“Pokoknya SOP-nya ditutup kayak yang di Solo itu. Langsung tutup dua minggu, terus dievaluasi,” minta Ganjar, Senin (1/11).

Dia juga meminta siswa ataupun guru yang dinyatakan positif Covid-19 agar segera diberi penanganan kesehatan. Selain itu, tracing dan testing juga harus benar-benar dilakukan dengan serius.

Meski begitu, Ganjar juga menyatakan kalau penghentian PTM ini hanya berlaku di Kota Semarang. Di wilayah-wilayah lain, asalkan masih aman dan nggak terjadi kasus penularan, maka PTM di sekolah-sekolah akan tetap dijalankan.

“Yang lain tetep jalan. Dengan SOP itu bisa dipakai sebagai pedoman pelaksanaan PTM. Kecuali masif di seluruh kota, ditutup 14 hari,” saran Ganjar.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengaku nggak menganggap enteng kasus di Semarang ini. Pihaknya pun sedang melakukan analisis. Jika sekolah yang salah, nggak menerapkan prokes ketat, atau memiliki masalah di sarana prasarana, harus ditutup. Hanya, mereka juga ingin tahu apakah penularan terjadi di sekolah atau di luar sekolah.

Kalau kamu, tetap setuju PTM dilanjutkan atau kembali secara daring saja, nih, Millens? (Pos, Ayo /IB09/E05)