Di Laporan Hanya 4 Juta, Kemenkes: 16 Juta Orang di Indonesia Sudah Kena Covid-19

Di Laporan Hanya 4 Juta, Kemenkes: 16 Juta Orang di Indonesia Sudah Kena Covid-19
Jumlah orang yang terkena Covid-19 di Indonesia diyakini lebih banyak dari data yang diterima pemerintah. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Meski yang dilaporkan hanya 4 juta orang, Kemenkes yakin kalau yang sudah tertular Covid-19 di Indonesia mencapai 16 juta orang. Kok jauh lebih banyak, ya?

Inibaru.id – Sebenarnya sih ya, karena kasusnya sudah jauh melandai, banyak orang yang nggak lagi begitu peduli lagi dengan Covid-19 alias virus Corona. Hanya, belakangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut data orang yang sudah kena Covid-19 ternyata jauh lebih besar dari yang dilaporkan lo. Bahkan, bisa jadi jumlahnya 4 kali lipat lebih banyak!

Kalau menurut data per Rabu (24/11/2021) kemarin, disebutkan kalah setidaknya 4,2 juta orang Indonesia sudah terpapar virus Corona. Namun, Jubir Kemenkes Siti Nadia Tarmizi yakin kalau yang terkena sebenarnya mencapai 15-16 juta orang.

“Kalau kita lihat penderita Covid sekarang dilaporkan 4 juta, sebenarnya penderitanya 15-16 juta orang,” ujar Nadia, Kamis (25/11).

Ada alasan mengapa Nadia mengungkap hal ini. Menurutnya, sangat banyak masyarakat yang nggak melaporkan dirinya terkena gejala. Ada yang menyadari kalau sudah terpapar Covid-19 namun memilih untuk langsung isolasi mandiri tanpa laporan, ada yang memilih melakukan aktivitas seperti biasa, ada yang bahkan nggak sadar kalau mereka terpapar Covid-19 meski merasakan gejalanya.

Nadia menyebut jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi di Indonesia tiga atau bahkan empat kali lipat dari yang dilaporkan. Bahkan, khusus untuk Ibu Kota Jakarta, besar kemungkinan separuhnya sudah terpapar.

“Dari beberapa penelitian dan kajian seperti di DKI Jakarta dikatakan hampir 50 persen warga Jakarta sudah terinfeksi Covid,” terang Nadia.

Ada banyak warga yang nggak lapor meski alami gejala Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)
Ada banyak warga yang nggak lapor meski alami gejala Covid-19. (Inibaru.id/Triawanda Tirta Aditya)

Omong-omong, apa yang diungkap Nadia ini sebenarnya adalah data dari hasil survei seroprevalensi yang sebenarnya baru akan diungkap sekitar pertengahan Desember 2021. Nah, bocoran Nadia sudah bisa jadi gambaran seperti apa kondisi Indonesia saat mencapai puncak pandemi sekitar Juli 2021 lalu.

Kondisi Covid-19 di Indonesia Sekarang

Sebenarnya sih ya, kasus Covid-19 di Indonesia masih ada. Namun, memang sudah jauh lebih baik. Hal ini ditunjukkan oleh sejumlah negara yang sudah menempatkan Indonesia sebagai negara dengan risiko penularan rendah. Salah satunya adalah Selandia Baru.

Hal ini diungkap Menteri Tanggal Covid-19 Negeri Kiwi Chhris Hipkins. Selain Indonesia, negara-negara berkembang lain seperti Brazil, India, Pakistan, dan Fiji nggak mereka kategorikan lagi dalam negara dengan risiko penularan Covid-19 tinggi.

Jadi, kalau kamu mau jalan-jalan ke Selandia Baru, mulai 30 April 2022 mendatang, bisa kok ke sana asalkan memenuhi persyaratan tertentu.

Kabar baik lain, Indonesia juga bakal mendapatkan tambahan vaksin dari prancis sebanyak 1 juta dosis. Vaksin tersebut adalah AstraZeneca. Hal ini diungkap oleh Menlu Retno Marsudi saat bertemu dengan Menlu Prancis Jean-Yves Le Drian di Jakarta, Rabu (24/11). Hanya, belum jelas kapan vaksin dari Prancis ini tiba di Indonesia.

Kalau kamu, percaya nggak dengan data Covid-19 pemerintah? Atau malah yakin datanya seharusnya jauh lebih banyak, Millens? (Kum/IB09/E05)