BerandaAdventurial
Sabtu, 31 Jan 2026 15:01

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jawa Tengah Sepekan ke Depan

Penulis:

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jawa Tengah Sepekan ke DepanSiti Khatijah
Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jawa Tengah Sepekan ke Depan

Ilustrasi: Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di Jateng hingga sepekan ke depan. (Getty Image/C Samodevilla)

Setelah didera berbagai bencana lingkungan selama Desember hingga Januari, cuaca ekstrem yang memicu hujan lebat rupanya masih berpotensi terjadi di Jawa Tengah memasuki bulan Februari.

Inibaru.id - Memasuki bulan Februari, curah hujan di wilayah Jawa Tengah (Jateng) diperkirakan akan masih cukup tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahkan memprakirakan cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, termasuk Jateng.

Kamu yang akan bepergian jauh atau berencana mencuci barang-barang seperti sepatu atau boneka yang sulit kering sebaiknya meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi hujan lebat hingga sangat lebat mungkin akan terjadi.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat mempersiapkan mitigasi bencana di rumah, mengingat intensitas hujan yang kemungkinan bakal tinggi sepekan ke depan dapat memicu bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah-wilayah rawan bencana.

Menurut BMKG, dalam sepekan ke depan dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal masih berpengaruh signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia.

Hingga Pekan Awal Februari

Pada skala global, fenomena El Nino-Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada kategori netral, yakni La Nina lemah, dengan nilai Southern Oscillation Index (SOI) sebesar +8,6 dan indeks NINO 3.4 sebesar -0,79. Kondisi ini berpotensi meningkatkan pola konvektif di wilayah Indonesia, terutama di bagian timur.

Selain faktor La Nina lemah, aktivitas monsun Asia juga masih memengaruhi cuaca di Tanah Air. BMKG memprediksi monsun Asia masih cukup persisten hingga dasarian pertama Februari.

Fenomena Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) atau aliran massa udara dingin yang melintasi ekuator juga diprakirakan masih aktif dalam beberapa hari ke depan.

Tak hanya itu, daerah tekanan rendah berpotensi terbentuk di Teluk Carpentaria, yang dapat memicu terbentuknya daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di wilayah Indonesia bagian selatan.

BMKG juga mencatat kombinasi Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuator, dan Gelombang Kelvin diprediksi aktif di Samudra Hindia, khususnya di bagian barat Jawa hingga selatan Nusa Tenggara Timur, Lampung, Laut Sulu, Laut Arafura, dan Papua Selatan.

Potensi Hujan di Pulau Jawa

Ilustrasi: Banjir masih berpotensi terjadi di wilayah rawan bencana di Jawa Tengah. (Mongabay/Falahi Mubarok)
Ilustrasi: Banjir masih berpotensi terjadi di wilayah rawan bencana di Jawa Tengah. (Mongabay/Falahi Mubarok)

Aktivitas ini berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah-wilayah tersebut, termasuk Pulau Jawa.

Melihat potensi cuaca ini, Maka, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan mitigasi diri, keluarga, dan lingkungan.

"Kami mengimbau agar masyarakat mempersiapkan mitigasi terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti genangan, banjir, banjir bandang, dan longsor,” kata BMKG dalam Prospek Cuaca Mingguan periode 30 Januari–5 Februari 2026.

BMKG mengungkapkan, cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga hujan sedang. Namun, masyarakat diminta mewaspadai peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang juga berpotensi disertai kilat atau petir dan angin kencang.

Jawa Tengah Masuk Wilayah Siaga

Dalam prakiraan BMKG, Jawa Tengah termasuk wilayah dengan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada dua periode pemantauan.

Untuk periode 30 Januari–1 Februari, bersama Jawa Tengah, wilayah ini juga berstatus siaga hujan lebat–sangat lebat: Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan NTT. Provinsi terakhir dan Maluku juga berpotensi didera angin kencang.

Sementara itu, untuk periode 2–5 Februari 2026, BMKG juga masih menetapkan status siaga hujan lebat–sangat lebat untuk wilayah Jawa Tengah bersama Kepulauan Bangka Belitung dan Jawa Timur. Potensi angin kencang juga diperkirakan akan terjadi di NTT dan Maluku.

“Masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti ibadah, dan aktivitas wisata,” kata BMKG.

Nah, buat kamu yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir seperti lereng pegunungan, dataran rendah, dan bantaran sungai di Jateng, pastikan bawa payung atau jas hujan saat bepergian dan sedia karung sebelum banjir ya! (Siti Khatijah/E10)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved