Tradisi Balon Udara Wonosobo saat Lebaran, Tetap Eksis dengan Syarat Ini

Tradisi Balon Udara Wonosobo saat Lebaran, Tetap Eksis dengan Syarat Ini
Tradisi balon udara di Wonosobo saat Lebaran. (magelangekspres.com)

Tradisi balon udara Wonosobo tetap dilangsungkan pada Lebaran 2022. Meski begitu, pemerintah meminta masyarakat mematuhi syarat ini. Apa sih syaratnya?

Inibaru.id – Salah satu tradisi khas yang dilakukan warga Wonosobo, Jawa Tengah adalah menerbangkan balon udara saat libur Lebaran. Masalahnya, balon-balon udara ini dilarang terbang oleh otoritas penerbangan Indonesia karena dianggap membahayakan transportasi udara. Untungnya, ada solusi agar tradisi balon udara Wonosobo ini bisa tetap lestari.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo memastikan kalau penerbangan balon udara boleh dilakukan, namun balon nggak boleh dilepas. Jadi, balon harus diikat ke tanah atau bangunan sehingga nggak bisa terbang bebas.

Keputusan ini diambil usai Pemkab Wonosobo melakukan petemuan dengan AirNav Indonesia. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo Fahmi Hidayat pun mengaku siap melakukan sosialisasi terkait dengan hal ini ke masyarakat sesuai dengan arahan bupati.

“Karena kita tahu jika tradisi penerbangan balon itu dilakukan selepas Lebaran. Oleh karena itu jauh-jauh hari perlu kita ingatkan lagi pada masyarakat,” ungkap Fahmi, Senin (11/4/2022).

Alasan utama mengapa balon udara harus ditambat adalah agar nggak melanggar aturan yang sudah ditetapkan pemerintah.

Balon udara harus ditambat ke tanah atau bangunan agar nggak mengganggu penerbangan. (reportase9.com)
Balon udara harus ditambat ke tanah atau bangunan agar nggak mengganggu penerbangan. (reportase9.com)

“Keselamatan pesawat terbang di udara menjadi prioritas. Sehingga tidak menerbangkan balon udara secara liar. Karena itu melanggar Undang-Undang Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan,” lanjutnya.

Sementara itu, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengaku nggak ingin menghilangkan tradisi yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Dia hanya ingin tradisi ini disesuaikan dengan keamanan penerbangan udara.

“Di Wonosobo tradisi menerbangkan balon udara memang ada secara turun temurun. Kita nggak mau tradisi unik ini hilang begitu saja. Pemkab tidak melarang masyarakat melakukan tradisi tersebut, tetapi lakukanlah sesuai dengan aturan yang berlaku, misalnya dengan menambatkan balon tersebut saat terbang,” katanya.

Plt Asisten Pemerintahan Setda Wonosobo Retno Eko Syafariti memastikan bakal menindak tegas siapa saja yang melanggar ketentuan ini. Jika ada warga yang menerbangkan balon udara liar, maka akan dikenakan Pasal 53 ayat 1 UU Penerbangan.

“Sesuai Pasal 411, akan diancam dengan pidana paling lama 2 tahun dan denda paling banyak Rp 500 juta,” tegasnya.

Meski kini harus ditambat, sepertinya tradisi balon udara di Wonosobo saat Lebaran bakal tetap meriah ya, Millens. (Rad/IB09/E05)