Ikhtiar Mengungkap 'Rainha da Japara', Benarkah Merujuk pada Ratu Kalinyamat?

Ikhtiar Mengungkap 'Rainha da Japara', Benarkah Merujuk pada Ratu Kalinyamat?
Seminar Rainha de Japara: Retno Kencono Alias Ratu Jepara Alias Ratu Kalinyamat. (Youtube/lestarimoerdijat)

Tim Riset Ratu Kalinyamat Dharma Bhakti Lestari meyakini sosok ratu asal Jepara yang melakukan penyerangan ke tentara Portugis merupakan Ratu Kalinyamat. Hal tersebut diperoleh dari riset panjang hingga ditemukannya dokumen tersembunyi di Portugis.

Inibaru.id – Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menggelar seminar nasional bersama para pakar sejarah, Rabu (31/3/2021). Diskusi dengan tema “Rainha de Japara: Retno Kencono Alias Ratu Jepara Alias Ratu Kalinyamat” ini merupakan langkah MPR RI bersama Yayasan Dharma Bhakti Lestari untuk mendaftarkan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir para pengajar dan sejarawan dari berbagai universitas serta tim riset Dharma Bhakti Lestari. Diskusi hybrid tersebut diikuti oleh ratusan orang, baik yang hadir secara langsung maupun lewat siaran Youtube dan Zoom.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pakar Ratu Kalinyamat Prof Ratno Lukito menyajikan beberapa fakta yang memperkuat alasan mengapa Ratu Kalinyamat harus segara diangkat menjadi pahlawan nasional. Berdasarkan kajian, tim riset bersama  Yayasan Dharma Bhakti Lestari menemukan dokumen yang dibikin oleh penulis Portugis.

“Tim riset Ratu Kalinyamat telah menemukan, setidaknya ada 8 sumber primer dari para penulis Protugis," ungkap Lukito.

Digelar secara hybrid. (Youtube/lestarimoerdijat)
Digelar secara hybrid. (Youtube/lestarimoerdijat)

Lukito memaparkan beberapa fakta sejarah yang memperkuat posisi Ratu Kalinyamat sebagai tokoh perempuan pada masa itu. Dalam catatan-catatan penulis Portugis tersebut, ratu Jepara telah mengirimkan pasukan sebanyak empat kali untuk memukul mundur pasukan Portugis.

“Bukti akademik yang sudah didapatkan itu merupakan bukti kuat bahwa Ratu Kalinyamat adalah Rainha de Japara yang pada tahun-tahun itu menjadi bintang bagi sejarah bangsa kita melawan penjajahan.,” lanjut lelaki yang telah memimpin riset selama 2,5 tahun tersebut.

Perempuan yang Melampaui Zaman

Oleh Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, kiprah Ratu Jepara atau Ratu Kalinyamat dalam melawan penjajah ini dinilai sebagai tindakaan tokoh perempuan yang melampaui zamannya. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa di masa lalu perempuan sudah diberi peran.

“Pada zaman yang lalu perempuan sudah diberi peran. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kita bahwa bangsa kita memberikan penghormatan  yang melampaui batas eksklusivitas,” ungkap perempuan yang akrab disapa Rerie ini.

Lestari Moerdijat dalam sambutanya. (Youtube/lestarimoerdijat)
Lestari Moerdijat dalam sambutanya. (Youtube/lestarimoerdijat)

Selain itu, Rerie juga berharap agar tim peneliti dapat memperkuat dokumen-dokumen sebagai bukti sejarah untuk memenuhi prasyarat agar Ratu Kalinyamat dapat diangkat menjadi pahlawan nasional.

“Kami juga dapat menerima masukan untuk memperkuat positioning agar Ratu Kalinyamat bisa menjadi pahlawan nasional,” tambahnya.

Dalam acara tersebut hadir pula Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang menegaskan pentingnya pembuktian apakah Rainha de Japara adalah sosok yang dinobatkan untuk Ratu Kalinyamat.

“Atau ada ratu lain di Jawa yang keberaniannya melebihi sososk Ratu Kalinyamat?” tanya Ganjar.

Di samping itu, Ganjar juga mendukung penuh upaya agar Ratu Kalinyamat diangkat menjadi pahlawan nasional.  Karena bagaimana pun, menurutnya, kerja-kerja pengungkapan sejarah dapat mempertebal identitas bangsa.

“Ini bukan kerja enteng dan bisa dientengkan, selamanya proses pengungkapan sejarah akan mempertebal identitas dan kebanggaan kita sebagai bangsa,” tukas Ganjar.

Nah Kamu sendiri sudah kenal belum dengan Rainha da Japara ini, Millens? (Zulfa Anisah/E03)