Ramai Diburu Pembeli, Begini Tren Hamper Lebaran Tahun Ini

Ramai Diburu Pembeli, Begini Tren Hamper Lebaran Tahun Ini
Custom nama dalam hamper yang menjadi tren saat ini. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana T)

Berjualan hamper atau parsel menjadi salah satu bisnis yang cukup menjanjikan selama Ramadan hingga Lebaran. Dari tahun ke tahun, tren hamper selalu berubah-ubah. Lalu, gimana dengan tren hamper lebaran tahun ini?

Inibaru.id - Parsel atau yang sekarang lebih dikenal sebagai hamper adalah suatu bingkisan yang memang biasanya ramai diburu pembeli pada momen-momen tertentu. Biasanya, bingkisan diberikan seseorang atau sebuah perusahaan untuk kerabat, saudara, atau kolega mereka.

Permintaan hamper umumnya meningkat pada momen perayaan keagamaan seperti Natal atau Ramadan. Khusus untuk Ramadan, permintaannya juga semakin meningkat menjelang Lebaran, Tiap tahun, tren hamper pun berubah-ubah.

Untuk tahun ini, tren hamper kelihatannya semakin beragam. Hal ini berkaitan erat dengan semakin banyaknya referensi dan orang yang menekuni bisnis yang cukup menjanjikan tersebut.

Meme, salah seorang produsen hamper asal Semarang, mengiyakan hal tersebut. Dia mengatakan, menurutnya kreativitas membuat pasel atau hamper dapat dicari di internet dan dipelajari sendiri.

“Saya belajar dari internet. Untuk referensi, paling cari di Pinterest dan website semacamnya,” kata dia.

Dia menambahkan, bentuk dan hiasan hamper, biasanya Meme bakal menyesuaikan dengan momen yang berlaku saat itu. Misal, saat momen Natal, dia bakal menghias hamper dengan warna merah en hijau, pohon Natal, dan salju. Ini berbeda untuk hamper Lebaran.

Hamper Eksklusif

Meme pemilik Lykketale sedang mengemas hampers yang dipesan customer. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana T)
Meme pemilik Lykketale sedang mengemas hampers yang dipesan customer. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana T)

Selama Ramadan hingga menjelang Lebaran tahun ini, Meme menawarkan hamper yang lebih eksklusif dan personal, salah satunya dengan membuat ukiran nama penerima hamper. 

“Ya, dalam kotak hamper ada nama yang diukir. Misal, pembeli mau ngasih ke siapa, kami bikinkan ukiran nama mereka disitu,” kata pemilik bisnis hamper Lykketale tersebut.

Dia menambahkan, untuk tahun ini, tren hampers yang cukup diminati orang adalah perpaduan sejumlah produk yang dikemas dalam satu pengepakan. Kemudian, sebagai tambahan, ada yang memakai tambahan custom nama, kata-kata singkat, grafir, laser cutting, hingga memasukkan gelas dan piring.

Selain itu, tren yang selama Ramadan ini dilakukan para pembuat hamper adalah adanya kolaborasi antarpenjual, hal yang juga dilakukan Meme. Untuk menyediakan kukis, yang merupakan produk wajib saat Lebaran, Lykketale berkolaborasi dengan penjual kukis yang sudah punya nama di Semarang.

“Ada kolaborasi, biar mutu kami juga tetap terjaga”, terang Meme di rumah produksi Lykketale yang berada di Puri Anjasmoro, Semarang Utara.

Lebih Banyak Inovasi

Nampan yang menjadi salah satu isi dari hampers lebaran. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana T)
Nampan yang menjadi salah satu isi dari hampers lebaran. (Inibaru.id/ Kharisma Ghana T)

Tenti, pemilik usaha hamper Oalaa Gifts, punya cerita yang agak lain dengan Meme. Gadis 22 tahun yang mengembangkan usahanya di Tegal, Jawa Tengah, itu, mengatakan, tahun ini tren hamper agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun ini banyak inovasi yang lebih bagus dari berbagai penjual hingga request dari pembeli," tuturnya.

Hamper lebaran tahun ini, menurut Tenti, banyak dibalut dengan die cut box yang berisi paket hijab dan perlengkapan salat serta yang nggak ketinggalan adalah kukis atau kue kering.

“Kalau sekarang hamper Lebaran bisa dari paket salat dan hijab, serta kukis. Namun, kalau customer nggak pengin ribet, ada juga paketan yang umum," terang dia.

Kalau di tempatmu, tren hamper apa yang paling laku di pasaran, Millens? Eh, kamu sudah kirim hamper ke calon mertua belum, nih? Ha-ha. (Kharisma Ghana T/E03)