Lima Tanda Kamu Telah Mencapai Kestabilan Finansial

Lima Tanda Kamu Telah Mencapai Kestabilan Finansial
Ilustrasi: Kestabilan finansial adalah kondisi seseorang berhasil menyeimbangkan antara kebutuhan, pengeluaran, dan pemasukan. (Pixabay/Kris)

Nggak punya utang adalah salah satu tanda kamu sudah mencapai kestabilan finansial. Kenali tanda-tanda lainnya untuk tahu benarkah keuanganmu sudah stabil!

Inibaru.id - Apa tujuan kamu bekerja, Millens? Boleh saja kamu menjawab agar bisa menabung, traveling, membeli barang-barang impian, atau membahagiakan orang tua. Namun, ada satu hal penting yang nggak boleh kamu lupa. Apa itu? Tercapainya kestabilan finansial!

Kestabilan finansial adalah kondisi seseorang berhasil menyeimbangkan antara kebutuhan, pengeluaran, dan pemasukan. Kondisi ini nggak melulu tercapai oleh orang dengan penghasilan besar, kok.

Kamu yang berpenghasilan di bawah rata-rata, asalkan mampu mengelola keuangan dengan baik, juga bisa mencapai stabilitas finansial ini. Sebaliknya, mereka yang mempunyai banyak uang tapi nggak pandai meletakkan prioritas kebutuhan, nggak akan bisa mewujudkan stabilitas keuangan.

So, kalau bertanya-tanya sudakah kamu memiliki keuangan yang stabil, jawabannya bergantung pada kebiasan-kebiasaanmu selama ini.

Tanda-Tanda Telah Mencapai Kestabilan Finansial

Jika kamu mempunyai kebiasaan berikut ini, kemungkinan kestabilan finansial sudah terwujud. Apa sajakah itu?

1. Sedikit atau nggak punya utang

Ilustrasi: Pembayaran cicilaan utang akan merenggangkan anggaran bulanan. (Pixabay/Steve Buissinne)
Ilustrasi: Pembayaran cicilaan utang akan merenggangkan anggaran bulanan. (Pixabay/Steve Buissinne)

Tawaran kartu kredit atau pinjaman kadang terdengar menggiurkan. Dengan uang pinjaman kamu dapat membeli barang yang kamu inginkan. Namun, ketahuilah, pembayaran cicilannya dapat merenggangkan anggaran bulananmu di luar batas yang nyaman.

Dengan mengurangi dan menghilangkan utang, kamu bisa menghilangkan pos untuk cicilan, kemudian bisa menggunakannya untuk dana darurat, investasi, atau perbaikan rumah.

2. Bisa membayar pengeluaran bulanan hanya dengan penghasilanmu dan pasangan

Ilustrasi: Kamu berada pada kondisi keuangan yang baik jika dapat menutup pengeluaran bulanan hanya dari penghasilanmu. (Unsplash/Towfiqu Barbhuiya)
Ilustrasi: Kamu berada pada kondisi keuangan yang baik jika dapat menutup pengeluaran bulanan hanya dari penghasilanmu. (Unsplash/Towfiqu Barbhuiya)

Khusus untuk yang sudah berumah tangga, kamu berada pada kondisi keuangan yang baik jika dapat menutup pengeluaran bulanan seperti tagihan listrik, belanja bahan pokok, biaya anak sekolah, dan lain-lain hanya dari penghasilanmu.

Sementara, pendapatan dari pasangan bisa digunakan untuk tabungan atau pengeluaran tambahan, seperti makan di luar dan liburan. Kalau berhasil mencapai level ini, bisa jadi kekuatan finansialmu sudah cukup stabil.

3. Membayar Tagihan Tepat Waktu

Ilustrasi: Kamu dikatakan memiliki kestabilan finansial jika memiliki cukup uang untuk membayar tagihan tepat waktu. (Pixabay/Lucia Grzekiewwicz)
Ilustrasi: Kamu dikatakan memiliki kestabilan finansial jika memiliki cukup uang untuk membayar tagihan tepat waktu. (Pixabay/Lucia Grzekiewwicz)

Kamu dikatakan memiliki kestabilan finansial jika memiliki cukup uang untuk membayar tagihan tepat waktu. Ini penting, karena melunasi tagihan tepat waktu menghindarkanmu dari membayar denda dan membebaskan diri dari perasaan khawatir dan stres.

4. Miliki dana darurat yang memadai

Ilustrasi: Jika kamu memiliki dana daurat yang cukup, sekitar enam bulan pengeluaran, dapat dikatakan kamu mampu mengatasi krisis. (Pixabay/Steve Buissinne)
Ilustrasi: Jika kamu memiliki dana daurat yang cukup, sekitar enam bulan pengeluaran, dapat dikatakan kamu mampu mengatasi krisis. (Pixabay/Steve Buissinne)

Terkadang kita dihadapkan pada pengeluaran-pengeluaran nggak terduga seperti perbaikan mobil, kado untuk teman, biaya rumah sakit, bahkan kehilangan perkerjaan. Jika kamu memiliki dana daurat yang cukup, yakni sekitar enam bulan pengeluaran, dapat dikatakan kamu mampu mengatasi krisis.

Jika dana darurat nggak mencukupi, mungkin saja kamu akan meminjam untuk memenuhi kebutuhan. Hal ini akan membuatmu memiliki utang dan ketidaknyamanan finansial, sehingga menyulitkanmu untuk menabung.

5. Kekayaan bersih meningkat dari tahun ke tahun

 Ilustrasi:  Kekayaaan bersih yang konsisten mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun adalah bukti kamu memiliki kestabilan finansial. (Unsplash/Towfiqu Barbhuiya)
 Ilustrasi: Kekayaaan bersih yang konsisten mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun adalah bukti kamu memiliki kestabilan finansial. (Unsplash/Towfiqu Barbhuiya)

Salah satu tanda kestabilan finansial adalah kekayaaan bersih mengalami pertumbuhan yang cukup konsisten setiap tahun. Ini merupakan hasil dari pertumbuhan yang terjadi karena kamu rutin menabung dan berinvestasi dengan baik.

Itulah tanda-tanda kamu sudah mencapai kehidupan yang stabil secara finansial. Jika kamu merasa belum mencapai hal tersebut, nggak perlu khawatir ya, Millens! Mulai sekarang kamu bisa merencanakan keuangan dengan lebih bijak lagi. Bersemangatlah! (Siti Khatijah/E03)