Inibaru.id - Gang pinggir di Pecinan Kota Semarang langsung ramai tak terkira pada Jumat (13/2/2026) malam. Warga memadati setiap sudut jalan untuk merasakan langsung serunya dan suasana Pasar Imlek Semawis.
Bagi warga yang datang dari arah utara akan disambut gerbang selamat datang bernuansa Imlek. Lampion berwarna-warni menghiasi jalan, ditemani lima patung kuda di pintu masuk yang semakin memperkuat semarak perayaan.
Di sepanjang jalan, stan-stan berjajar menawarkan berbagai sajian. Ada kuliner yang menggoda lidah hingga stan unik yang menawarkan pembacaan kartu tarot. Malam itu, semua orang seakan terhanyut dalam keseruan Pasar Imlek Semawis.
Langkah kaki pengunjung banyak terhenti di mini theater jalanan untuk menonton pertunjukan barongsai. Area jalan tersebut mendadak jadi panggung terbuka yang memikat ratusan pasang mata.
Atraksi Barongsai Jadi Tontonan
Rohmah bersama suami dan anaknya awalnya cuma jalan-jalan santai. Namun, begitu sang anak melihat barongsai yang atraktif, mereka pun ikut berhenti menonton.
"Tadi cuma lihat-lihat Pasar Semawis. Tiba-tiba melihat kerumunan orang lagi nonton Barongsai. Sekarang lebih tertata, ada bangku buat penonton," cerita Rohmah.
Rohmah dan pengunjung lain pun larut dalam gemuruh sorak pertunjukan barongsai. Tak jauh dari situ, orang-orang juga antusias menonton wayang potehi yang tak kalah seru.
Ketua Komunitas Pecinan Semarang untuk Pariwisata (Kopi Semawis), Harjanto Halim bilang, Pasar Imlek Semawis bukan cuma ajang perayaan, tapi juga promosi untuk pelaku usaha di Pecinan dan Kota Semarang.
"Dengan banyaknya pengunjung, setiap stan punya peluang dikenal lebih luas. Tempat usaha mereka nanti bisa dikunjungi pelanggan yang datang ke Pasar Semawis," terang Harjanto.
Mini theater jalanan jadi warna baru di Pasar Imlek Semawis. Ruang terbuka ini menampilkan berbagai hiburan, mulai dari barongsai, legenda Tiongkok, wayang orang, sampai pertunjukan lain yang menghibur.
"Tahun Kuda ini unpredictable, susah ditebak. Tahun 2025 memang masa yang tidak mudah untuk usaha maupun kehidupan," ungkap Harjanto. "Kita belajar dari 2025, bagaimana kita bisa mengendalikan kuda yang liar. Sebenarnya, kalau bisa dikendalikan, ini justru bisa bermanfaat."
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, mengaku takjub dengan kerukunan yang tetap terjaga di tengah keragaman warga. Baginya, keberagaman itu seperti bunga mawar, mau dipuji atau tidak, tetap mekar dan harum.
"Keberagaman di Semarang sudah jadi bagian dari keseharian. Malam ini jelas terlihat, ada Pasar Semawis di sini, di sebelahnya Pasar Dugderan," papar Agustina saat memberikan sambutan pembukaan Pasar Imlek Semawis.
Dia menjamin perayaan Imlek dan Ramadan yang waktunya cukup berdekatan bisa berjalan harmonis. Suasana damai itu bisa bikin pedagang nyaman berjualan, anak-anak belajar dengan tenang, dan roda perekonomian tumbuh lebih matang.
"Di tahun Kuda ini, semoga kita semua sehat, rezeki melimpah, usaha berkembang pesat, dan suami menyayangi istri. Semoga doa kita diamini," tandasnya.
Buruan, Gez! Nikmati keseruan Pasar Imlek Semawis yang cuma berlangsung tiga hari. Besok Senin terakhir, lo! (Sundara/E10)
