Imbas Kenaikan BBM, Pengunjung Hotel di Yogyakarta Turun

Imbas Kenaikan BBM, Pengunjung Hotel di Yogyakarta Turun
Ilustras: Rata-rata tingkat hunian kamar hotel di provinsi mengalami penurunan menyusul kenaikan BBM. (Shutterstock)

Pengunjung hotel di Yogyakarta, terutama jenis bintang dua ke bawah, mengalami penurunan. Para pengusaha hotel dilema menaikkan tarif layanan di tengah kemampuan finansial masyarakat yang berkurang. 

Inibaru.id - Setiap hari selalu ada kabar kenaikan harga barang atau jasa akibat kenaikan BBM ya, Millens? Kali ini yang juga ikut terkena imbasnya adalah hotel. Mengaku belum berani menaikkan tarif inap, para pengusaha hotel sudah dihadapkan pada berkurangnya pengunjung yang datang menginap.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyebutkan rata-rata tingkat hunian kamar hotel di provinsi tersebut mengalami penurunan menyusul kenaikan BBM beberapa waktu silam.

"Yang biasanya tingkat hunian 60-70 persen, sekarang baru mencapai 50 persen setelah harga BBM naik," kata Ketua PHRI DIY Deddy P Eryana pada Kamis (8/9/2022).

Menurutnya, penurunan tingkat hunian hotel paling parah dirasakan hotel bintang dua ke bawah. Meski nggak signifikan, hotel bintang tiga sampai lima masih tertolong oleh penyewaan fasilitas meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) dari instansi pemerintah maupun swasta.

Menunda Agenda ke Yogyakarta

Ilustrasi: Penurunan tingkat hunian hotel paling parah dirasakan hotel bintang dua ke bawah. (Pegipegi)
Ilustrasi: Penurunan tingkat hunian hotel paling parah dirasakan hotel bintang dua ke bawah. (Pegipegi)

Dia menuturkan, penurunan tingkat hunian itu disebabkan oleh penundaan maupun pembatalan pemesanan kamar hotel dengan persentase mencapai 30 persen. Menurutnya, kemungkinan kenaikan biaya transportasi memicu para pengunjung menunda atau membatalkan agenda ke Yogyakarta.

"Pembatalan 30 persen itu banyak ya, meskipun lebih rendah dibandingkan saat pandemi," kata dia. "Biaya transportasi yang naik otomatis bikin yang pakai bus, rombongan kecil maupun besar, menunda atau membatalkan kunjungan."

Tarif layanan hotel akan naik jika ke depannya terasa berat bagi pengusaha hotel. (Freepik)
Tarif layanan hotel akan naik jika ke depannya terasa berat bagi pengusaha hotel. (Freepik)

Kondisi itu, membuat para pelaku usaha perhotelan gamang untuk menaikkan tarif layanan di tengah daya beli masyarakat yang sedang menurun. Menurut keterangan Deddy, kini para pelaku usaha hotel anggota PHRI DIY tengah merumuskan langkah yang tepat untuk meringankan beban operasional.

"Daya beli masyarakat turun, sementara biaya operasional kami naik. Menaikkan tarif begitu dilematis bagi kami. Namun, mau nggak mau, kalau nanti kami keberatan, ya kami sepakat naik dengan konsekuensi menggaet wisatawan dengan pangsa pasar yang selektif," jelasnya.

Nah, kamu yang gemar travelling dengan dana terbatas, bersiaplah melihat tarif menginap mungkin nggak sama seperti sebelumnya. Mendengar kabar ini, kamu akan tetap jalan-jalan atau menunggu keuanganmu stabil, Millens? (Siti Khatijah/E03)

Artikel ini telah terbit di Media Indonesia dengan judul Tingkat Hunian Hotel Bintang Dua ke Bawah di Yogyakarta Menurun.