Inibaru.id - Minat anak muda terhadap pasar modal terus meningkat. Setali tiga uang, kebutuhan akan literasi investasi yang solid juga kian mendesak. Menjawab tantangan tersebut, Indonesia Capital Market Student Studies (ICMSS) pun kembali menggelar "Investment Training" dalam rangkaian The 25th ICMSS.
Sedikit informasi, ICMSS merupakan salah satu kegiatan pasar modal mahasiswa tertua dan terbesar di Indonesia, yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Manajemen S1 Universitas Indonesia.
Nah, Investment Training yang merupakan program edukasi pasar modal yang menyasar calon investor muda itu menjadi salah satu dari tiga agenda utama rangkaian agenda ICMSS ke-25 yang baru saja digelar belum lama ini. Dua agenda lainnya adalah Capital Market Seminar dan Equity Research Conference.
Investment Training dirancang khusus bagi pemula dan investor dengan pengalaman terbatas, dengan tujuan utama untuk membekali peserta terkait pemahaman praktis tentang cara berpikir dan mengambil keputusan investasi secara profesional.
"Program ini juga menjadi bagian dari komitmen ICMSS untuk meningkatkan literasi pasar modal dengan berlandaskan nilai PROFGAN (Professionalism, Family, and Elegance)," tutur panitia The 25th ICMSS melalui keterangan resmi yang diterima Inibaru.id, Jumat (23/1/2026).
Bagaimana Tesis Investasi Dibangun
Sesi pertama Investment Training mengangkat tema tentang “Inside the Mind of an Equity Analyst: How Investment Theses are Built”. Sesi ini menghadirkan Demetrius Ari Pitojo dan Lany Djuwita, Commissioner of CFA Society Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, keduanya mengajak peserta memahami bagaimana seorang analis ekuitas membangun tesis investasi, mulai dari analisis makroekonomi, prospek industri, hingga fundamental perusahaan.
Secara bergantian, mereka mencoba memperkenalkan pentingnya disiplin berpikir, pengujian asumsi, serta pemahaman risiko dalam setiap keputusan investasi.
"Pendekatan ini krusial agar investor tidak hanya mengikuti tren, tetapi mampu mengambil keputusan berbasis analisis yang matang," sebut Lany Djuwita.
Kombinasikan Fundamental dengan Teknikal
Sesi kedua dilanjutkan oleh Cindy Alicia, Research Retail Analyst Sinarmas Sekuritas. Mengangkat tema “Integrating Investment Strategies: Fundamental and Technical Analysis”, Cindy banyak mengulas tentang cara mengombinasikan analisis fundamental dan teknikal untuk menyusun strategi investasi yang komprehensif.
Dalam sesi ini, Cindy banyak memberikan pemahaman mengenai indikator makroekonomi, analisis laporan keuangan, penggunaan indikator teknikal, hingga penerapan manajemen risiko; yang disampaikan melalui contoh dan studi kasus, sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh investor pemula.
Sementara itu, sesi terakhir menghadirkan Ike Widiawati, Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas, dengan topik “Integrating Financial Models into Investment Analysis”. Fokus utama sesi ini adalah penggunaan financial modeling dalam menilai valuasi saham.
Di sesi ini, peserta pun berkenalan dengan model valuasi seperti Discounted Cash Flow (DCF) dan Cash Flow to Financial Assets (CFFA). Selain itu, mereka juga banyak belajar tentang cara menyusun proyeksi laporan keuangan dan mengestimasi arus kas perusahaan sebagai dasar untuk menentukan nilai wajar saham.
"Kami berharap, rangkaian Investment Training ini, ini bisa membekali generasi muda dengan pemahaman investasi yang lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang," tutup panitia ICMSS.
Oya, rangkaian The 25th ICMSS akan dilanjutkan dengan Capital Market Seminar yang dijadwalkan berlangsung pada 5–6 Februari 2026. Hm, acaranya bakal daging semua juga nih, Gez! (Siti Khatijah/E10)
