BerandaKulinary
Senin, 2 Feb 2026 18:22

Wangi Pisang Pandan di Tiap Sesapan, Kopi Organik Pati Ini Tembus Pasar Hongkong!

Wangi Pisang Pandan di Tiap Sesapan, Kopi Organik Pati Ini Tembus Pasar Hongkong!

Folklore Jepalo Coffee menggunakan kopi-kopi petani lokal Pati. (via Kompas)

Nggak cuma jualan suasana pedesaan yang asri, Folklore Jepalo Coffee di Pati bikin gebrakan dengan roast bean aroma pisang pandan hasil budidaya organik.

Inibaru.id - Buat kamu pencinta senja dan kopi, ada kabar menarik nih dari lereng Pegunungan Muria! Kalau biasanya kopi identik dengan aroma kacang-kacangan atau cokelat, di Pati ada kopi yang punya aroma unik yaitu pisang pandan.

Nggak tanggung-tanggung, inovasi lokal ini sudah melanglang buana sampai ke Hongkong, lo!

Di Desa Jepalo, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, ada sebuah kedai "tersembunyi" yang lagi jadi buah bibir. Namanya Jepalo Coffee Folklore. Selain pemandangannya yang juara, aromanya kopinya pun nggak ada lawan!

Sang pemilik, Luqman, sudah merintis kedai ini sejak 2017. Yang bikin keren, semua kopi yang disajikan 100 persen berasal dari kebun lokal di lereng Muria. Luqman sendiri yang mengawal prosesnya, mulai dari memetik buah merah di kebun sampai masuk ke cangkirmu.

Kok Bisa Ada Aroma Pisang Pandan?

Suasana Jepalo Coffee Folklore, kafe yang terkenal dengan kopi aroma pisang. (Kompas)
Suasana Jepalo Coffee Folklore, kafe yang terkenal dengan kopi aroma pisang. (Kompas)

Ini dia yang bikin penasaran, Gez! Aroma unik pisang pandan ini bukan berasal dari perisa buatan, melainkan hasil inovasi budidaya organik. Luqman menanam kopinya dengan sistem tumpang sari bersama pohon pisang.

Hasilnya, biji kopinya punya aroma creamy pisang dan sentuhan rasa pandan yang natural banget. Inovasi roast bean unik ini dibanderol seharga Rp120 ribu per 200 gram. Berkat keunikan rasa ini, pesanan pun mengalir deras nggak cuma dari Semarang atau Jogja, tapi sampai ke Hongkong!

Meskipun kualitasnya sudah kelas ekspor, harga segelas kopi di sini tetap ramah buat dompet mahasiswa atau anak kos, yaitu berkisar antara Rp10 ribu sampai Rp20 ribu saja. "Dari segi rasa, saya berani jamin. Kopinya serius saya garap," tegas Luqman.

Bukan cuma soal rasa, suasana kedainya juga jadi alasan kenapa orang betah berlama-lama di sini. Nuha, salah satu pelanggan setia, mengaku sering sengaja menempuh perjalanan jauh ke pelosok desa tiap minggu cuma buat healing. "Suasananya beda, di pelosok tapi pemandangan sawah dan pegunungan. Rasanya adem banget," ungkapnya.

Gimana? Tertarik buat nyobain sensasi kopi rasa pisang pandan sambil melihat hamparan sawah hijau? Langsung saja agendakan buat meluncur ke Gunungwungkal akhir pekan ini! (Siti Zumrokhatun/E05)

Tags:

Inibaru Indonesia Logo

Inibaru Media adalah perusahaan digital yang fokus memopulerkan potensi kekayaan lokal dan pop culture di Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Menyajikan warna-warni Indonesia baru untuk generasi millenial.

Sosial Media

Copyright © 2026 Inibaru Media - Media Group. All Right Reserved